Sekjen PBNU: Hari Santri Ingatkan Perjuangan Para Ulama
NU Online · Sabtu, 24 Oktober 2015 | 14:30 WIB
Lombok Barat, NU Online
Pimpinan Gerakan Pemuda Ansor Nusa Tengara Barat mengakhiri periodesasi kepengurusan ditandai dengan terlaksananya Konferwil ke VIII di Pesantren Darul Qur’an Bengkel Lombok Barat (24-25/10/15).
<>
Hadir pada pembukaan ini Sekjen PBNU H Helmy Faisal Zaini, Wakil Gubernur H. Muhamad Amin, SH, Ketua PWNU NTB TGH. Acmad Taqiuddin Mansur, Ketua Pembina Ansor NTB H Marinah Hardi, Ketua KPU NTB Lalu Aksar Ansori, dan sejumlah pejabat Lombok Barat perwakilan Polres dan Danrem serta ratusan masyarakat dan santri setempat tampak antusias mengikuti proses pembukaan.
Suaeb Qury, ketua PW GP Ansor NTB mengharapkan komferwil berjalan dengan lancar.
H Helmy Faisal Zaini ini berharap kepada Ansor NTB agar tetap eksis menjaga anak muda dan tetap menyebarkan Islam rahmatal lil ’alamin. Lebih jauh ia mengapresiasi pemerintahan Jokowi karena telah menetapkan tanggal 22 Oktober menjadi hari santri. Tanggal 22 oktober merupakan momen bersejarah bagi NKRI.
“Tidak akan ada gerakan 10 November kalau tidak ada Resolusi Jihad, karena saat itu Bung Karno meminta kepada muasis NU Hadratus Syeikh Hasyim Asy’ari dan para ulama lainnya untuk memberikan fatwa terhadap penjajahan di Nusantara,” katanya.
Oleh karena itu, jelasnya, bagi yang menolak Hari Santri maka berarti menolak lahirnya sejarah NKRI. “Dengan adanya Hari Santri maka kita mengingat perjuangan ulama dan 20.000 santri yang gugur melawan penjajah demi kemerdekaan Indonesia yang sesungguhnya.” (Hadi/Mukafi Niam)
Terpopuler
1
Kepada Pengurus NU, KH Nurul Huda Djazuli: Tetap Ikhlas demi Menghidupkan NU
2
Seruan 13 Kiai Sepuh tentang AHWA Jelang Pembukaan Munas dan Konbes NU 2026
3
Rais Aam PBNU Kembali Gunakan Bahasa Arab dalam Khutbah Iftitah Munas-Konbes NU 2026
4
Muktamar ke-35 NU Digelar 1-5 Agustus 2026, Penentuan Tuan Rumah Gunakan Empat Kriteria
5
KH Nurul Huda Djazuli: Saya Cinta NU, Saya Tak Ingin Melihat Pengurus Bertengkar, NU dan Pesantren Harus Menguatkan
6
Sidang Pleno II Munas-Konbes, Ketum PBNU Sebut Pelatihan Kader NU Jadi Fondasi Meritokrasi
Terkini
Lihat Semua