Semarakkan Ramadhan, Santri Aceh Utara Jelaskan Aswaja
NU Online · Selasa, 1 Juli 2014 | 06:03 WIB
Lhoksukon-Aceh Utara, NU Online
Para santri Aceh Utara yang tergabung dalam organisasi Ikatan Pemuda dan Santri (Ikapas) Kecamatan Nisam Aceh Utara menyemarakkan Ramadhan dengan beragam kegiatan. Diantara nya safari Ramadhan ke sejumlah masjid dan meunasah untuk bersilaturrahim dan berbagi ilmu pengalaman serta mengisi ceramah dan menjadi imam.<>
Di Gampong Mns. Rayeuk, Tampil sebagai Penceramah Tgk. Asy’ari. Dewan Guru Dayah Daruttalibin Keutapang tadi malam, Senin (30/6) atau malam ketiga Ramadhan. Dalam tausiahnya Tgk. Asy’ari memberikan wawasan ilmu Tauhid tentang Paham ahlussunnah Waljama’ah (Aswaja) dan penyimpangan Paham Qadariah dan Jabariah.
“Ahlussunnah artinya mengikuti jejak Rasulullah SAW dan Jejak Para Sahabat, sebagaimana dalam hadis beliau ‘Ikutilah tindakanku dan tindakan para khlafaurrosyidin setelah wafatku’,” katanya.
Sedangkan pengertian kalimat jamaah adalah golongan dari orang-orang yang mempunyai keagungan dalam Islam dari kalangan para Sahabat, Tabi’in dan Atba’ Attabi’in dan segenap ulama’ salaf As solihin.
Setiap ajaran yang berdasarkan pada Usul Al syari’ah dan Fur’nya dan pernah dikerjakan oleh para nabi dan Sahabat sudah barang tentu merupakan ajaran yang sesuai dengan aqidah ahli sunnah wa aal jamaah seperti :shalat tarawih, witir, baca shalawat, ziarah kubur, mendo’akan orang yang sudah mati dll.
Disampaikannya, perbedaan Aswaja dengan paham qadariah adalah mereka menisbatkan segala perbuatan manusia kepada kemampuan manusia sendiri tidak ada urusan tuhan, sedangkan paham jabariah adalah paham yang menisbatkan segala perbuatan manusia mutlak perbuatan tuhan.
Sedangkan paham Aswaja mengi’tiqadkan perbuatan yang terjadi berkekuatan dari Allah dan disisi hamba punya Ikhtiari untuk memilih, jadi tidak mutlak perbuatan Allah SWT. Disinilah letak perbedaan yang sangat mendasar, lanjut Tgk. Asy’Ari panjang lebar.
Tgk. Muhammad Yusuf Adam, selaku ketua Panitia Safari Ramadhan melaporkan, Senin malam merupakan kegiatan perdana mengelilingi kecamatan Nisam. Sebanyak empat tim yang bergerak, masing-masing ke Gampong Mns. Rayeuk, Mns. Cut, Jeuleukat dan Alue Bilie. (Ikapas-Nisam/Anam)
Terpopuler
1
LF PBNU Umumkan 1 Dzulqadah 1447 H Jatuh pada Ahad 19 April
2
17 Kader NU Diwisuda di Al-Ahgaff, Ketua PCINU Yaman Torehkan Terobosan Filologi
3
Mengapa Tidur setelah Subuh Sangat Berbahaya bagi Tubuh?
4
LF PBNU Rilis Data Hilal Awal Dzulqa’dah 1447 H, Berpotensi Jatuh pada 19 April
5
Cara Penguburan Ikan Sapu-Sapu oleh Pemprov DKI Dapat Kritik dari MUI
6
Benarkah Pendiri PMII Hanya 13 orang?
Terkini
Lihat Semua