Subang, NU Online
Pasca penangkapan kawanan teroris yang terjadi di Pamanukan, Kabupaten Subang, Jawa Barat pada Jumat (22/6) kemarin, Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Subang menginstruksikan kepada satuan yang berada di bawah koordinasinya untuk tetap siaga.
Hal itu ditegaskan Ketua PC GP Ansor Kabupaten Subang, Asep Alamsyah Heridinata. Menurutnya, ancaman radikalisme kini sudah semakin tampak di tengah-tengah masyarakat. "Ini diluar dugaan kita semua. Masyarakat Kabupaten Subang tidak menghendaki adanya teroris. Beruntung, aparat kepolisian bertindak tegas dan sigap," ujar Asep, Sabtu (23/6).
Atas peristiwa itu, pihaknya menginstruksikan kepada Satuan Koordinasi Cabang (Satkorcab) Barisan Ansor Serbaguna (Banser) untuk siap siaga bersama aparat terkait dalam menjaga situasi yang lebih aman dan kondusif. "Termasuk kepada Satuan Koordinasi Rayon (Satkoryon) Banser di tiap kecamatan untuk sama-sama membangun koordinasi dengan jajaran Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika). Banser siap membantu dalam mewujudkan masyarakat yang aman," tegasnya.
Pihaknya mengimbau kepada seluruh anggota dan kader Ansor/Banser di semua tingkatan untuk melaporkan kepada pihak terkait, jika terjadi dan ditemukan hal-hal yang mencurigakan. "Kepada kepengurusan di tingkat PAC (kecamatan) dan ranting (desa) semuanya wajib siaga. Laporkan segera jika terdapat hal-hal yang mencurigakan. Serahkan sepenuhnya kepada aparat terkait," ujarnya.
Asep juga mengimbau umumnya kepada masyarakat di Kabupaten Subang untuk tetap tenang, namun tetap waspada dalam menjalankan aktivitas seperti biasanya. "Kita serahkan sepenuhnya kepada polri dan aparat terkait. Mudah-mudahan Kabupaten Subang yang sebentar lagi akan menggelar Pilkada tetap aman dan kondusif," pungkasnya.
Diberitakan Tim Detasmen Khusus (Densus) 88 Antiteror menangkap satu orang terduga teroris dekat Gereja Bethel Indonesia atau di bawah Flyover Pamanukan, Subang, Jawa Barat. Terduga teroris berinisial M itu ditangkap pada Jumat (22/6) sekira pukul 14.15 WIB.
Pihak kepolisian melakukan tindak tegas dan terukur terhadap terduga teroris. Saat petugas melakukan penindakan, terduga pelaku pun melakukan perlawanan dengan menggunakan pisau yang ia pegang dan akan meraih tas yang berisikan bom saat akan dilakukan penangkapan oleh tim penindak sehingga terduga teroris ditembak dan dinyatakan meninggal dunia. (Ade Mahmudin/Kendi Setiawan)