Banda Aceh, NU Online
Shalat yang diwajibkan lima waktu dalam sehari kepada umat Islam itu merupakan salah satu "obat mujarab" untuk mengatasi berbagai trauma akibat bencana alam, kata seorang ulama Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD), Tgk H Bardad MS.
"Saat seorang muslim diterpa badai kegelisahan, ketakutan yang ditimbulkan akibat bencana alam, maka trauma tersebut dapat teratasi dengan mendirikan/melaksanakan shalat yang telah diwajibkan kepada setiap muslim," kata dia dalam khutbahnya di Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh, Jumat.
<>Karena, shalat itu merupakan jalan yang ditempuh umat manusia untuk berinteraksi langsung dengan Allah SWT sebagai pencipta. "Dengan shalat itu maka hati akan menjadi lebih tenang dan tentram.
"Shalat adalah hadiah terbesar yang diberikan Allah SWT kepada kita, jadi sungguh tidak sopan jika manusia tidak bisa menghargainya," ujar dia.
Tgk H Bardad MS yang juga Ketua Majelis Pemusyawaratan Ulama (MPU/MUI) Kota Banda Aceh itu mengharapkan kepada seluruh umat muslim dapat mengkritisi kembali makna shalat yang benar, termasuk rukun dan syarat-syaratnya.
"Tidak jarang kita menemui orang yang selalu ke mesjid dan melaksanakan shalat, namun dalam kesehariannya masih melakukan ha-hal yang dilarang dalam Islam, itu menandakan orang tersebut belum melaksanakannya dengan benar," ujarnya.
Orang yang demikian dinilai belum menggunakan shalat sebagai medium bermunajat kepada Allah dan telah gagal menemukan makna yang hakiki serta tidak dapat meraih kedamaian batin.
"Shalat bukan untuk dipamerkan, melainkan guna mendidik ketulusan dan dispilin dalam beramal serta menjadi input memperbaiki sikap dan tingkah laku sehari-hari," katanya.
Dia juga menghimbau kepada umat muslim untuk mendidik keluarga dan masyarakat mengenai pelaksanaan shalat yang benar sesuai anjuran Rasulullah SAW.
"Keberhasilan seseorang dalam keluarga dan masyarakat sangat ditentukan oleh ketekunan melaksanakan shalat menjadi kebutuhan hidup, darah daging serta benteng pelindung dari berbagai perbuatan tercela," demikian Tgk H Bardad MS. (ant/din)
Terpopuler
1
Sambangi PBNU, 23 PWNU Sampaikan Harapan Soal Muktamar ke-35 NU
2
Innalillahi, Pengurus Muslimat NU Kemayoran Wafat dalam Kecelakaan Kereta di Bekasi
3
Stasiun Bekasi Timur Ditutup Sementara, KRL Hanya Beroperasi hingga Stasiun Bekasi
4
KA Jarak Jauh Tabrak KRL di Bekasi Timur, Gerbong Perempuan Ringsek
5
Sempat Hilang, Karyawan Kompas TV Aini Meninggal Dunia dalam Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur
6
3 Orang Tewas dalam Tabrakan Kereta di Bekasi, KAI Minta Maaf Fokus Evakuasi
Terkini
Lihat Semua