Siasati Tajamnya Persaingan, Mahasiswa Harus Kreatif
NU Online · Jumat, 15 Maret 2019 | 07:00 WIB
Jember, NU Online
Tajamnya persaingan di dunia kerja seharusnya menjadi pelecut bagi mahasiswa untuk lebih kreatif dalam mengaktualisasikan ilmunya. Sebab, tidak selamanya lapangan pekerjaan yang tersedia linier dengan keterampilan dan ilmu yang dimiliki.
Hal tersebut diungkapkan Dekan Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Islam Jember (UIJ), Jasuli saat memberikan sambutan dalam Pelatihan Jurnalistik di aula Ulum AA. gedung rektorat UIJ, Jawa Timur, Kamis (14/3).
Menurutnya, kreatifitas sangat diperlukan untuk menyiasati keterbatasan formasi lowongan kerja yang diringi dengan melubernya angkatan kerja. Lebiih-lebih bagi mahasiswa semester akhir yang akan segera memasuki purna ‘tugas’.
“Coba berapa banyak reporter atau wartawan yang asli lulusan sekoah kewartawanan. Jarang sekali. Sangat jarang. Itu artinya, bidang pekerjaan tidak mesti sesuai dengan ilmu yang dimiliki. Tinggal bagaimana kita memanfaatkan peluang yang ada,” tukasnya.
Sementara itu, salah seorang wartawan senior, Shodiq Syarief menegaskan bahwa untuk menjadi wartawan tidak harus berlatar belakang pendidikan formal kewartawanan. Kenyataannya, begitu banyak wartawan yang hebat justru lulusan dari jurusan pendidikan umum, atau bahkan pendidikan agama.
“Kalau hanya sekadar ingin menjadi wartawan gampang. Tapi untuk menjadi wartawan atau penulis yang benar, memang harus belajar dan terus belajar,” ujarnya.
Selain, Shofiq Syarief, redaktur NU Online (Aryudi Abdul Razaq) juga ambil bagian sebagai pemeteri dalam pelatihan yang diikuti puluhan mahasiswa-mahasiswi tersebut.
Pelatihan jurnalistik itu merupakan rangkaian dari Pekan Ilmiah yang digelar FAI UIJ sejak Senin (11/3) lalu. Hajatan yang akan berakhri Ahad (17/3) itu diisi dengan sederet kegiatan, diantaranya adalah bazar buku, lomba menulis artikel, bedah buku dan sebagainya (Aryudi AR)
Terpopuler
1
Muktamar ke-35 NU Digelar 1-5 Agustus 2026, Penentuan Tuan Rumah Gunakan Empat Kriteria
2
KH Nurul Huda Djazuli: Saya Cinta NU, Saya Tak Ingin Melihat Pengurus Bertengkar, NU dan Pesantren Harus Menguatkan
3
Seruan 13 Kiai Sepuh tentang AHWA Jelang Pembukaan Munas dan Konbes NU 2026
4
Rais Aam PBNU Kembali Gunakan Bahasa Arab dalam Khutbah Iftitah Munas-Konbes NU 2026
5
Ketum PBNU: Barokah Kiai Sepuh, Munas dan Konbes NU di Ploso Berjalan Sukses
6
Sidang Pleno II Munas-Konbes, Ketum PBNU Sebut Pelatihan Kader NU Jadi Fondasi Meritokrasi
Terkini
Lihat Semua