Silaturrahim, Kunci Penting bagi Kehidupan Manusia
NU Online · Selasa, 7 Mei 2019 | 14:30 WIB
Jember, NU Online
Silaturrahim teramat penting dilakukan, bukan karena semata-mata mampu membuka pintu rezeki lebih luas, namun ada nilai yang sangat penting bagi kehidupan manusia, yaitu timbulnya soliditas dan kerukunan dalam masyarakat. Hal tersebut diungkapkan Rais Syuriyah MWCNU Kalisat, Jember, KH Saiful Bahri Aminullah saat memberikan tausiyah dalam Safari Ramadhan di Ranting NU Sukoreno, Kalisat, Senin (6/5).
Menurut Kiai Saiful, sangat wajar Allah menganjurkan silaturrahim. Sebab, silaturrahim mempunyai fungsi yang begitu banyak bagi kehidupan manusia. Pertama, silaturrahim dapat menambah rezeki. Untuk menalar point ini, tidak sulit. Sebab secara akal, kelancaran rezeki memang sangat ditentukan oleh relasi, jaringan atau teman.
“Dari teman itu kita bisa tahu ada peluang bisnis, peluang kerjasama dan sebagainya. Itu kuncinya kan silaturrahim, sehingga banyak teman,” ujarnya.
Kedua, dengan silaturrahim akan terjalin persaudaraan yang kokoh di tengah-tengah masyarakat. Fakta menunjukkan bahwa cukup banyak perseteruan dan ketegangan antara dua kelompok lantaran putusnya komunikasi sehingga terjadi miskomunikasi.
“Kenapa itu bisa terjadi? Karena silaturrahim tidak dilakukan,” jelasnya seraya berharap agar silaturrahim antara Ranting NU dan MWCNU terus dilakukan.
Safari Ramdhan itu akan berlangsung selama bulan Ramadhan dengan tempat bergantian diantara 12 Ranting NU yang ada. Mata acaranya adalah tahlilan, istigotsah, tausiyah dan buka bersama.
“Insyaallah ini (safari ramadhan) akan terus berlanjut. Bulan Ramadhan harus kita manfaatkan,” tukas Ketua MWCNU Kalisat, Mahrus Ali. (Aryudi AR).
Terpopuler
1
PWNU dan PCNU Se-DIY Tolak Politik Uang dalam Proses Muktamar NU
2
Kompensasi kepada Pemilih dengan Dalih Transportasi atau Ongkos Kerja untuk Memengaruhi Pilihan adalah Haram dan Suap
3
RAPBN 2027 Dana Pendidikan Rp240 Triliun untuk MBG, JPPI: Jangan Pelintir Putusan MK
4
Data Terbaru Gempa M7,7 NTT: 54 Meninggal Dunia, 199 Luka-Luka, 9 Ribu Warga Mengungsi
5
Jusuf Kalla Buka Suara soal Kerusuhan di Aceh: Konflik Internal, Bukan ke Pemerintah Pusat
6
Lima Kelompok Ini Perlu Jadi Perhatian NU dalam Putusan Muktamar Ke-35 di Tambakberas
Terkini
Lihat Semua