Tingkatkan Mutu Pendidikan, LP Ma'arif NU Kota Tarakan Susun SKL dan Asesmen Berbasis Aswaja
NU Online Ā· Selasa, 25 Februari 2025 | 14:00 WIB
Sekretaris LP Maāarif PBNU H Harianto Oghie (kanan) saat Lokakarya Penyusunan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) serta Asesmen Berbasis Ahlussunnah wal Jamaāah An-Nahdliyah, Fiqih, dan Ubudiyah pada Sabtu (22/2/2025) di Kota Tarakan, Kalimantan Utara (Foto: dok. LP Ma'arif PBNU)
Kendi Setiawan
Penulis
Jakarta, NU Online
Lembaga Pendidikan Maāarif NU Kota Tarakan, Kalimantara Utara terus berupaya meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan di lingkungan Maāarif NU. Salah satunya dengan menyusun Standar Kompetensi Lulusan (SKL).
Untuk menyiapkan SKL yang tepat, LP Maāarif NU Kota Tarakan mengadakan Lokakarya Penyusunan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) serta Asesmen Berbasis Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah, Fiqih, dan Ubudiyah.
Kegiatan itu diadakan pada Sabtu (22/2/2025) bersamaan dengan Rapat Koordinasi (Rakor) berlangsung di BLKK Ma'arif NU Kota Tarakan.
"Pendidikan berbasis Aswaja tidak hanya membentuk lulusan yang unggul dalam akademik, tetapi juga memiliki pemahaman keislaman yang kuat dan berlandaskan akhlakul karimah," kata Ketua LP Maāarif NU Kota Tarakan, Samiko dalam rilis yang diterima NU Online, Selasa (25/2/205).
Ia menegaskan bahwa penyusunan SKL dan asesmen berbasis nilai-nilai Islam sangat penting dalam meningkatkan mutu pendidikan di lingkungan Maāarif NU.
Sementara itu, Sekretaris LP Maāarif PBNU H Harianto Oghie mengapresiasi inisiatif LP Maāarif NU Kota Tarakan dalam mengadakan rakor dan lokakarya ini.
āPembelajaran berbasis Aswaja harus terus dikembangkan agar dapat mencetak generasi muda yang memiliki pemahaman Islam yang moderat, toleran, dan berdaya saing di era global,ā ujarnya.
Wakil Ketua Bidang Pendidikan PCNU Kota Tarakan, Kamal menjelaskan konsep penyusunan SKL berbasis Aswaja. Selain itu, materi mengenai penyusunan asesmen berbasis Annahliyah, Fiqih, dan Ubudiyah juga menjadi fokus utama dalam lokakarya ini.
Para peserta mendapatkan pemahaman mendalam tentang asesmen yang dapat digunakan sebagai alat untuk mengukur pemahaman peserta didik terhadap nilai-nilai Islam serta bagaimana menerapkannya dalam pembelajaran sehari-hari.
Sesi diskusi dan kerja kelompok menjadi bagian penting dalam kegiatan ini. Para peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk menyusun draft SKL dan model asesmen yang sesuai dengan karakteristik masing-masing satuan pendidikan. Setiap kelompok kemudian mempresentasikan hasil diskusi mereka, yang selanjutnya mendapatkan masukan dari narasumber dan peserta lainnya untuk penyempurnaan.
Salah satu peserta, Kepala sekolah MI NU, Ica menyatakan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat dan memberikan wawasan baru dalam menyusun kurikulum dan asesmen berbasis keislaman.
āDengan adanya lokakarya ini, kami menjadi lebih paham bagaimana menyusun SKL dan asesmen yang benar-benar sesuai dengan prinsip An-Nahdliyah, Fiqih, dan Ubudiyah. Kami berharap hasil dari kegiatan ini dapat segera diterapkan di sekolah-sekolah Maāarif NU,ā ungkapnya.
Kunjungan ke Madrasah NU
Setelah kegiatan lokakarya, acara dilanjutkan dengan kunjungan ke MI NU 1 Tarakan Kampus 3 Binalatung Pantai Amal.
Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya untuk melihat secara langsung perkembangan dan kondisi madrasah yang berada di bawah naungan LP Maāarif NU.
Dalam kunjungan itu, Harianto Oghie beserta rombongan berdialog dengan para pendidik serta meninjau fasilitas pendidikan yang tersedia.
āKami berharap madrasah-madrasah di bawah LP Maāarif NU dapat terus berkembang dan memberikan pendidikan berkualitas bagi peserta didik,ā kata Oghie.
Rombongan juga melanjutkan kunjungan ke MTs Al-Muhajir Nahdlatul Ulama Kelurahan Pamusian di Pondok Pesantren Al-Muhajir, sebuah madrasah yang didirikan baru-baru ini.
Kunjungan ini menjadi momen penting dalam memberikan dukungan bagi pengelolaan dan pengembangan lembaga pendidikan baru di bawah LP Maāarif NU Kota Tarakan.
Oghie memberikan motivasi kepada para pengelola madrasah serta menyampaikan harapan agar MTs Al-Muhajir NU dapat berkembang menjadi lembaga pendidikan yang unggul, berdaya saing, dan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Aswaja.
Terpopuler
1
Syuriyah PBNU Harapkan Muktamar Ke-35 Digelar di Pesantren dengan Dua Kriteria
2
Khutbah Idul Adha 2026: Menguatkan Solidaritas Melalui Semangat Berbagi
3
Khutbah Idul Adha 2026: Gotong Royong dalam Pengelolaan Kurban
4
Khutbah Jumat: Menumbuhkan Empati dan Solidaritas Sosial Melalui KurbanĀ
5
Rapat Pleno PBNU: Munas dan Konbes Digelar 20-21 Juni 2026, Lokasi Diputuskan Menyusul
6
Khutbah Jumat: Meraih Pertolongan Allah dengan Membantu Sesama
Terkini
Lihat Semua