UIJ Komit Terus Tingkatkan Kualitas Para Dosen
NU Online · Sabtu, 16 Mei 2015 | 01:01 WIB
Jember, NU Online
Salah satu perguruan tinggi Nahdlatul Ulama di Jawa Timur, Unversitas Islam Jember (UIJ) bertekad terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) untuk menghadapi pendidikan tinggi kini yang kian kompetitif.
<>
“UIJ memang terus berusaha mengasah skill pengelaolanya, termasuk para dosennya agar UIJ bisa unggul dari perguruan tinggi swasta lain,” ucap Pembantu Rektor, Lukman Yasir.
Dalam rangka mewujudkan usaha ini, Universitas Islam Jember (UIJ), kemarin (13/5) menggelar lokakarya di aula kampus setempat. Workshop menghadirkan Koordiantor Kopertis Wilayah VII Surabya, Suprapto dan diikuti oleh seluruh dosen tetap, pejabat struktural, Plt Rektor UIJ Hobri, dan perwakilan Yayasan Pendidikan Nahdlatul Ulama (YPNU) MN Harisuddin.
Menurut Lukman Yasir, workshop tersebut diperlukan untuk mengasah sekaligus meningkatkan kualitas SDM segenap pengelola UIJ, sehingga diharapkan UIJ menjadi kampus yang sehat dan berdaya saing.
Ia menambahkan, saat ini pihaknya konsen mendorong para dosen agar dapat meningkatkan kualifikasi keilmuannya dengan cara menempuh pendidikan ke level yang lebih tinggi. Sebab, semakin lama, kebutuahn perguruan tinggi terhadap dosen yang berkualitas, semakin tinggi. Secara formal, kwalifikasi dosen itu diukur dari tahapan sekolah yang dilaluinya.
“Gelar sajana (S1), kalau dulu itu masih hebat. Ke depan, S1 itu sudah biasa. Apalagi, dalam satu dua tahun kedepan, persyaratan dosen Kopertis itu sudah harus S2 minimal,” jelasnya.
Sementara itu, Suprapto berharap agar semua perguruan tinggi swasta (PTS) dapat terus meningkatakn kualitas SDM-nya sesuai yang dibutuhkan lembaga pendidikan tinggi. Sebab, jika tidak, tetnu ada resiko yang diterima, dan itu bisa merugikan PTS tu sendiri. “Intinya harus seimbang antara rasio dosen yang memenuhi syarat dengan jumlah mahasiswa,” ujarnya seraya menyebut bahwa UIJ termasuk kampus yang sehat. (Aryudi A. Razaq/Mahbib)
Terpopuler
1
Ketum PBNU Respons Penetapan Eks Menag Yaqut Cholil Qoumas sebagai Tersangka Korupsi Kuota Haji
2
Setahun Berjalan, JPPI Nilai Program MBG Berhasil Perburuk Kualitas Pendidikan
3
Laras Faizati Tolak Replik Jaksa karena Tak Berdasar Fakta, Harap Hakim Jatuhkan Vonis Bebas
4
Gus Mus: Umat Islam Bertanggung Jawab atas Baik Buruknya Indonesia
5
Langgar Hukum Internasional, Penculikan Presiden Venezuela oleh AS Jadi Ancaman Tatanan Global
6
Khutbah Jumat Bahasa Jawa: 5 Cekelan Utama kanggo Wong kang Amar Ma'ruf Nahi Munkar
Terkini
Lihat Semua