Makassar, NU Online
Forum Lingkar Pena mengadakan seminar dan workshop Kepenulisan Sastra dalam Perkembangan Islam dalam rangka soft opening Festival Sastra Islam Nasional 2015, yang bertempat di Auditorium KH Muhyiddin Zain UIM, Selasa (6/10).
<>
Wakil Gubernur Sulsel Ir Agus Arifin Nu'mang, M.Si dalam sambutannya mengungkapkan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan seminar dan workshop kepenulisan ini.
Selaku Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, ia sangat mendukung dan salut atas dipilihnya Makassar yakni Universitas Islam Makassar sebagai tuan rumah Festival Sastra Islam Nasional 2015 yang akan digelar Desember 2016 nantinya.
"Dewasa ini Islam selalu dikaitkan dengan kekerasan, namun kali ini FLP dan UIM mampu menampilkan wajah Islam yang ramah, indah, dan damai," tuturnya.
Wagub Sulsel tak lupa membuka secara resmi Seminar dan Workshop Kepenulisan didampingi Rektor UIM Dr Majdah M Zain, Novelis Best Seller Api Tauhid dan Ayat-Ayat Cinta Habiburrahmab El Shirazy, Novelis Best Seller "Ketika Mas Gagah Pergi", Pendiri Forum Lingkar Pena Helvy Tiana Rosa, dan Penulis Kumpulan Esay "Pemimpin Cinta" Edi Sutarto yang juga Kepala Sekolah Islam Athirah.
Pembina Forum Lingkar Pena Edi Sutarto dalam sambutannya berharap pengembangan sastra mampu menguatkan Islam damai di Indonesia.
"Semoga ke depan sastra Islam mampu menguatkan wajah Islam Indonesia yang dikenal ramah, toleran, dan jauh dari nilai-nilai kekerasan," katanya.
Kegiatan ini didukung oleh Universitas Islam Makassar, Sekolah Islam Athirah, Yayasan Kalla, dan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Sulawesi Selatan. (Andy Muhammad Idris/Mukafi Niam)
Terpopuler
1
Kepada Pengurus NU, KH Nurul Huda Djazuli: Tetap Ikhlas demi Menghidupkan NU
2
Seruan 13 Kiai Sepuh tentang AHWA Jelang Pembukaan Munas dan Konbes NU 2026
3
Rais Aam PBNU Kembali Gunakan Bahasa Arab dalam Khutbah Iftitah Munas-Konbes NU 2026
4
Muktamar ke-35 NU Digelar 1-5 Agustus 2026, Penentuan Tuan Rumah Gunakan Empat Kriteria
5
Sidang Pleno II Munas-Konbes, Ketum PBNU Sebut Pelatihan Kader NU Jadi Fondasi Meritokrasi
6
KH Afifuddin Muhajir: Mekanisme Pemilihan Pemimpin, Apakah Harga Mati atau Beradaptasi?
Terkini
Lihat Semua