Pantonlabu, NU Online
Pimpinan Pesantren Darul Huda Lueng Angen Kecamatan Tanah Jambo, Aye Aceh Utara, Tgk H. M. Daud Ahmady mengatakan, selama Indonesia merdeka baru tahun ini rakyat memilih langsung pimpinan negara. Karena itu, kepada Capres/Cawapres yang terpilih, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan M. Yusuf Kalla, diharapkan tidak salah langkah memimpin negeri ini.
Tgk H Mohd Daud menilai SBY/Kalla mampu menyusun program pembangunan Indonesia sesuai amanah rakyat. “Saya berharap dan berdoa lagi supaya jangan salah langkah dalam menjalankan amanah rakyat,” ujar Abu Daud.
<>Dalam menyusun kabinet, Abu Daud meminta SBY/JK agar sangat hat-hati. “Kalau tidak hati-hati nanti akan berbahaya dan tidak ada perubahan bagi Negara Indonesia”.
Ia antara lain menyarankan agar mereka tidak mengambil anggota kabinetnya karena faktor famili, kawan dekat atau karena dia tim sukses. Tapi, pilihlah anggota kabinet yang memiliki kemampuan karena keberhasilan SBY sangat tergantung pada kabinetnya. “Kalau dia bukan supir jangan suruh kendalikan mobil, nanti kecelakaan, akibatnya rugi,” kata Abu Daud.
Menyinggung tentang dukungannya terhadap SBY, ulama ia mengatakan bahwa para ulama pimpinan pesantren di Aceh tanpa rapat khusus sudah seide dalam memilih Capres SBY/JK.
Begitupun, menurutnya, ulama di Aceh tak pernah menyuruh umat untuk memberikan dukungan kepada calon tertentu, hanya menyarahkan supaya tak pilih calon presiden dari wanita.
Kontributor: Muntadhar
Terpopuler
1
Muktamar ke-35 NU Digelar 1-5 Agustus 2026, Penentuan Tuan Rumah Gunakan Empat Kriteria
2
KH Nurul Huda Djazuli: Saya Cinta NU, Saya Tak Ingin Melihat Pengurus Bertengkar, NU dan Pesantren Harus Menguatkan
3
Seruan 13 Kiai Sepuh tentang AHWA Jelang Pembukaan Munas dan Konbes NU 2026
4
Rais Aam PBNU Kembali Gunakan Bahasa Arab dalam Khutbah Iftitah Munas-Konbes NU 2026
5
Ketum PBNU: Barokah Kiai Sepuh, Munas dan Konbes NU di Ploso Berjalan Sukses
6
Sidang Pleno II Munas-Konbes, Ketum PBNU Sebut Pelatihan Kader NU Jadi Fondasi Meritokrasi
Terkini
Lihat Semua