Jember, NU Online
Kesadaran masyarakat tentang arti pentingnya kebersamaan dan persatuan perlu terus ditingkatkan menyusul munculnya ancaman disintegrasi bangsa aklhir-akhir ini. Demikian disampaikan Ketua Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Jember, Gus Muis Shonhaji saat memberikan pengarahan dalam Silaturrahim Lintas Agama, Lintas Elemen Masyarakat & Lintas Generasi di Jember, Selasa (30/4) malam.
Menurut Gus Muis, kebersamaan dan jalinan silaturahim lintas agama menjadi kunci penting untuk menghalau ancaman disintegrasi bangsa yang sengaja digemakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab.
“Kalau kita para tokoh dan warga se-agama dan lintas agama selalu bersatu, tidak ada celah bagi mereka untuk mengadu domba kita. Sesungguhnya kita bersaudara walaupun tidak seiman,” tukasnya.
Ia mengaku sangat miris dengan situasi yang terjadi di Indonesia belakangan ini. Usainya pesta demokrasi, seharusnya meniadakan ketegangan, bahkan menisbikan perseteruan antar kelompok yang berbeda pandangan dan pilihan politik. Tapi nyatanya, perseteruan politik semakin seru.
“Pemilu sudah selesai, marilah kita bersatu. Siapapun pemenangnya itulah yang terbaik bagi bangsa Indonesia,” urainya
Sementara itu, tokoh agama Katolik, Ignatius Sumarwiyadi menegaskan bahwa keragaman agama, budaya dan sebagainya di Indonesia merupakan karunia Tuhan yang harus disyukuri. Seharusnya keragaman tersebut menjadi kekuatan bagi bangsa Indonesia. Bukan sebalikya, menjadi kelemahan yang memberikan celah untuk bertikai.
“Saya yakin kita semua di sini ingin bersatu dan ingin Indonesia kuat, dan berkomitmen untuk menjaga NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia),” pungkasnya. (Aryudi AR)
Terpopuler
1
PWNU dan PCNU Se-DIY Tolak Politik Uang dalam Proses Muktamar NU
2
Kompensasi kepada Pemilih dengan Dalih Transportasi atau Ongkos Kerja untuk Memengaruhi Pilihan adalah Haram dan Suap
3
RAPBN 2027 Dana Pendidikan Rp240 Triliun untuk MBG, JPPI: Jangan Pelintir Putusan MK
4
Data Terbaru Gempa M7,7 NTT: 54 Meninggal Dunia, 199 Luka-Luka, 9 Ribu Warga Mengungsi
5
Jusuf Kalla Buka Suara soal Kerusuhan di Aceh: Konflik Internal, Bukan ke Pemerintah Pusat
6
Lima Kelompok Ini Perlu Jadi Perhatian NU dalam Putusan Muktamar Ke-35 di Tambakberas
Terkini
Lihat Semua