Rembang, NU Online
Warga Lasem selama 3 hari memperingati haul Sayid Abdurrahman Basayaiban wafat 1671 atau yang lazim dikenal masyarakat dengan sebutan Mbah Sambu di Masjid Jamiā Lasem, Rembang. KH Zaki Abdul Hamid Baidlawi memimpin tahlil di puncak haul, Kamis (9/10). Sementara sebelumnya warga bersholawat, menyaksikan penampilan 60 grup hadroh, dan menikmati pementasan tari sufi Rumi.
<>
Acara yang setahun sekali rutin diadakan pada 14 Dzulhijjah tahun ini diisi dengan tahlil, khataman Al-Qurāan, sunatan massal, dan prosesi pemberangkatan atau pemulangan jamaah haji.
āSemoga haul ini memberikan berkah bagi semua warga,ā kata Kiai Zaki berdoa.
Mbah Sambu ialah putra Pangeran Benawa, putra dari Jaka Tingkir alias Raja Kerajaan Pajang Sultan Hadiwijaya, cikal bakal Kerajaan Mataram Islam. Ia diambil menantu oleh Sultan Trenggono Raja Kerajaan Islam Demak.
Mbah Sambu berjasa menyiarkan agama Islam di Lasem. Wilayah Lasem saat itu meliputi Sedayu Gresik, Tuban, Rembang, Pati sampai Jepara. Atas jasanya menjaga stabilitas keamanan itu Mbah Sambu yang Ā juga menantu Ā Adipati Lasem diberi tanah perdikan kampung Kauman termasuk lokasi Masjid Jamiā Lasem sekarang.
Keturunan Mbah Sambu meninggalkan rumah gedong di kampung Kauman desa Karang Turi. Sampai sekarang rumah gedong tua peninggalan abad 17 itu masih berdiri megah, sejumlah kepala keluarga menempatinya. Mbah Sambu juga tercatat dalam sejarah sebagai asal usul masyayikh Lasem, Pesantren Tebuireng, dan Tambakberas Jombang sebagai leluhur mereka.
Masyarakat Lasem dihibur karnaval berkeliling jalan raya Surabaya-Semarang Ā di seputar Lasem tidak kurang 3 jam diikuti puluhan regu sebanyak sekitar 1800 orang dari berbagai Ā sekolah dan pondok pesantren, organisasi kemasyarakatan, dan perguruan tinggi. Mereka berpartisipasi secara sukarela. Berbagai corak ditampilkan peserta pawai. Ada beberapa SD/MI menurunkan grup marching band yang tampil sangat dahsyat.
Kegiatan berbasis budaya local di atas dalam rangkain kegiatan haul tersebut diharapkan nantimya dikembangkan terus. Tahun depan dari elemen masyarakat dapat mengusulkan tambahan beberapa agenda rangkaian kegiatan Haul Mbah Sambu, seperti pameran seni Islam termasuk kaligrafi dan batik. (Abdullah Hamid/Alhafiz K)
Terpopuler
1
Diskusi Kabla Muktamar Ke-35 di Unusia: Pengendali NU Kian Anonim, Perlu Menjaga Jarak dari Intervensi Negara
2
Akui Dapat Banyak Kritik, Presiden Prabowo Heran MBG Disebut Pemborosan
3
Pendukung Spanyol Kibarkan Bendera Palestina Sepanjang Turnamen Piala Dunia 2026
4
Gempa 7,3 Magnitudo Guncang Meksiko, Tidak Ada Korban Maupun Kerusakan Langsung
5
Fachry Ali Ulas Muktamar Cipasung 1994 Jadi Perlawanan NU terhadap Intervensi Pemerintah
6
Lowongan Kerja Belum Ramah Difabel, Di Mana Letak Keadilannya?
Terkini
Lihat Semua