Syarat Jadi Anggota Liga Muslimin Indonesia
Ketika hubungan kelompok ulama dengan intelektuil di Masyumi tidak harmonis sejak peran ulama dipinggirkan, sebagai anggota Istimewa maka kalangan NU mengusulkan pada rapat Masyumi agar Masyumi dibentuk sebagai badan federasi umat Islam (Djamaah Islamijah), seperti MIAI dulu, sehingga masing-masing anggota bisa memiliki suara yang sama. Tetapi usul itu ditolak kalangan intelektuil yang mendominasi seluruh kepemimpinan Masyumi. Berbagai jalan diupayakan NU agar hubungan internal partai ini tetap harmonis, saling menghormati agar tidak terjadi perpecahan.
Dengan ditolaknya usul itu akhirnya pada 1 Mei 1952 NU keluar dari Masyumi karena keberadaannya tidak dihargai, hanya digunakan sebagai pendulang suara. Ketika NU keluar dari Masyumi maka NU dituduh sebagai pemecah-belah ukhuwah Islamiyah. Karena selama ini Masyumi mengklaim sebagai perwakilan tunggal umat Islam, padahal di luar itu masih ada partai lain seperti PSII, Perti dan beberapa partai kecil lainnya, yang tidak mau gabung dengan Masyumi.
Selasa, 20 Januari 2009 | 07:28 WIB