Kader NU di Kabinet
Sejak menang dalam Pemilu 1955, sebagai partai politik, NU tidak hanya mendapatkan 45 kursi di Parlemen, tapi juga di Kabinet. Bahkan, selama gonta-ganti perdana menteri, NU tetap mendapat jatah. Ketika PM Juanda membentuk Zaken cabinet (cabinet para ahli) misalnya, para kader NU tetapi mampu mengikuti seleksi sebagai para ahli dalam menangani pemerintahan. Bahkan tidak hanya menjadi menteri sosial atau menteri agama sebagai langganannya. Saat itu Mr Burhanuddin dari NU dipercaya memegang menteri perekonomian. Selain itu, ada juga sejumlah tokoh NU seperti Rahmat Mulyomiseno yang diangkat sebagai menteri perdagangan,dan Mr. Sunarjo sebagai menteri dalam negeri.
Memasuki tahun 1960-an, di mana NU menjadi kekuatan penyeimbang antara PNI-PKI, posisi NU di kabinet Bung Karno juga semakin kuat. Hal itu mencerminkan besarnya pengaruh NU sebagai kekuatan politik nasional, mengingat Kabinet pada saat itu dibentuk berdasarkan representasi partai. Hanya saja karena desakan yang kuat dari partai yang ada, maka kekuatan PKI untuk masuk kabinet sedikit bisa diminimalisir.
Jumat, 3 Juli 2009 | 03:56 WIB