Orientalis Menyembunyikan Khazanah Pemikiran Politik NU
Dalam buku Indonesian Political Thinking himpunan Prof. Herbert Feith, sama sekali tidak mempertimbangkan adanya pemikiran politik dalam NU. Mereka hanya digolongkan sebagai sekelompok tradisional yang berpolitik hanya mengikuti arus, karena berpegang pada kitab kuning, maka tidak memiliki konsep politik. Pandangan itu akhirnya diikuti oleh yang lain termasuk karya lanjutan yang dihimpun Vedi R Hadiz. Karena itu ketika mengumpulkan pemikiran politik para tokoh selama masa perdebatan politik kenegaraan di konstituante, seolah NU yang sangat dominan itu tidak ada dalam gelanggang pemikiran politik nasional.
Memang para orientalis disamping menderita rabun kebudayaan pada umumnya juga sangat culas, pembalikan fakta di tengah teori ilmiah itu sangat lazim dilakukan. Celakanaya teori yang dihasilkan itu pun dipercaya orang seolah benar dan obyektif, padahal penuh reduksi bahkan manipulasi. Untuk memperoleh kebenaran ilmiah memang tidak mungkin menggunakan apalagi mempercayai teori sosial yang ada. Orang mesti bertindak jantan berani meneliti sendiri, berdasarkan arsip, dokumen dan prasasti atau kesaksian yang otentik.
Jumat, 25 Juli 2008 | 02:55 WIB