Jelang Awal Dzulhijjah, LFNU Jakarta Ajak Masyarakat Mengenal Rukyatul Hilal
NU Online · Sabtu, 16 Mei 2026 | 08:00 WIB
Jakarta, NU Online
Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama (LFNU) DKI Jakarta akan menggelar rukyatul hilal menjelang penentuan awal bulan Dzulhijjah 1447 H sebagai perwujudan program primer kelembagaan, sekaligus meningkatkan pemahaman publik terhadap proses penentuan awal bulan Hijriah secara syar'i dan astronomi.
Ketua LFNU PWNU DKI Jakarta KH Abdul Kholik menjelaskan bahwa rukyatul hilal merupakan bagian dari ibadah, sehingga penting bagi masyarakat untuk memahami peran rukyat sebelum putusan sidang isbat pemerintah.
"Masyarakat perlu memahami bahwa menentukan awal bulan Hijriah perlu melibatkan rukyah, yang merupakan ibadah. Kami mengajak warga Jakarta untuk tidak hanya menunggu hasil sidang isbat, tetapi juga memahami bagaimana proses pengamatan hilal itu dilakukan sebelum diisbatkan oleh pemerintah," ujarnya dalam keterangan yang diterima NU Online Jakarta, Jumat (15/5/2026).
LFNU Jakarta akan melakukan pemantauan hilal pada Ahad (17/5/2026) di Masjid Raya KH Hasyim Asy'ari, Cengkareng, Jakarta Barat, bersama pihak-pihak terkait.
Ia menambahkan bahwa masyarakat diajak untuk turut hadir dan menjadi bagian dari proses rukyat yang melibatkan unsur Kemenag, Pengadilan, dan pihak-pihak terkait.
"Kami ingin masyarakat dapat menjadi bagian dari proses ini, menghadiri pelaksanaan rukyat yang melibatkan unsur Kemenag, Pengadilan, dan pihak-pihak terkait, di Masjid Raya KH Hasyim Asy'ari bakda Ashar, Ahad mendatang," imbuhnya.
Berdasarkan informasi hilal awal Dzulhijjah 1447 H dari LF PBNU, pelaksanaan rukyah dilakukan pada 29 Dzulqa'dah 1447 H yang bertepatan dengan Ahad, 17 Mei 2026. Kondisi hilal saat Maghrib di wilayah Indonesia, bulan berada di ketinggian antara 3°15' hingga 6°47' di atas ufuk mar'i, dengan elongasi hakiki antara 8°57' hingga 10°40'. Kondisi tersebut sudah memenuhi kriteria Imkan Rukyah Nahdlatul Ulama (IRNU: 3.6,4) dan Qath'iy Rukyah Nahdlatul Ulama (QRNU: 9,9).
Terpopuler
1
Diskusi Kabla Muktamar Ke-35 di Unusia: Pengendali NU Kian Anonim, Perlu Menjaga Jarak dari Intervensi Negara
2
11 Kecamatan Banyumas Rawan Kekeringan, Ansor Minta Penanganan Tak Hanya Distribusi Air Bersih
3
Akui Dapat Banyak Kritik, Presiden Prabowo Heran MBG Disebut Pemborosan
4
Fachry Ali: Gus Dur Membuka Jalan Saya Melihat NU sebagai Objek Kajian Akademik
5
Halaqah Pra-Muktamar di Ciganjur Hasilkan Delapan Rekomendasi untuk Muktamar Ke-35 NU
6
Halaqah Pra-Muktamar di Ciganjur Himpun Rekomendasi untuk Muktamar Ke-35 NU
Terkini
Lihat Semua