Meluruskan Arah Kiblat
Bagi kaum muslimin mengetahui arah kiblat merupakan sesuatu yang penting, sebab keabsahan ibadah shalat ditentukan oleh ketepatan menentukan arah kiblat. Menghadap kiblat tidak sekadar menghadap ke barat. Bisa jadi hal itu tepat, tetapi bisa keliru. Contohnya orang Jawa yang bermigrasi ke Suriname Amerika Selatan berada di sebelah barat Ka’bah, tetapi mereka tetap saja shalat menghadap barat, seperti ketika masih di Jawa. Mau tak mau mereka akhirnya membelakangi Ka’bah, bukan menghadap ka’bah.
Di lingkungan masyarakat Islam Jawa sendiri juga sering terjadi kekeliruan dalam menetapkan arah kiblat, terutama dalam membangun masjid. Salah satunya yang dialami masyarakat Betawi (Jakarta) pada abad ke-18. Alkisah setelah tugasnya belajar dan mengajar di tanah suci selesai Kiai Arsyad Al banjari beserta rombongan antara lain Syech Abdussomad al Palimbangi dan Daud al Patani, tidak langsung pulang ke Banjarmasin Kalimantan Selatan, melainkan singgah dulu di Betawi.
Senin, 28 Agustus 2006 | 14:23 WIB