Penyebaran Marxisme di Indonesia
Marxisme baik sebagai filsafat maupu ideology gerakan berkembang pesat di Indonesia menjelang hingga pasca kemerdekaan, dan ajaran itu begitu mempesona, bahkan tidak ada perintis kemerdekaan yang tidak terpengaruh ajaran itu, seperti Soekarno, hatta Syahrir dan sebagainya. Namun perlu diingat mempelajari Marxisme tidak mesti menjadi seorang Marxis apalagi PKI. Banyak yang sekadar digunakan untuk menganalisis masalah dan mengambil sikap anti kolonialnya.Berikut ini penuturan H. Mustahal seorang warga NU yang pernah mengikuti kusrsus Marxisme pada awal kemerdekaan.
Seusai mengikuti pendidikan dan latihan di ASRI, oleh Mayjen Djokosujono, saya langsung dimasukkan di badan pendidikan “Marx House” di Pabrik Gula Padokan Madukismo di sebelah selatan Yogyakarta. Marx House adalah semacam kursus intensif tentang teori perjuangan Marxisme dan sosialisme yang diselenggarakan oleh aliansi organ gerakan, partai politik, organisasi Pemuda, wanita, buruh dan tani yang berhaluan sosialisme. Kegiatannya bertempat di rumah dan kantor administratuir pabrik gula Padokan (waktu itu Syahrir dan Amir Sjarifuddin belum berpisah) dan diantar langsung oleh LM Sitorus, Sekjen dari faksi Syahrir. Hal ini karena LM Sitorus juga salah seorang penghuni rumah kediaman Mayor Jendral Djokosujono itu.
Selasa, 18 November 2003 | 11:44 WIB