Sabtu siang di satu stasiun TV, seorang mubaligh berceramah. Ia menyebutkan, “Rukun agama tiga perkara: rukun Iman enam perkara, rukun Islam lima perkara. Dan, Tombo Ati, lima perkara.”
Seorang pemirsa yang berminat masuk Islam, terlonjak dari kursi santainya. Ia terbelalak mendengar kata ‘perkara’.
<>“Kita sedang berhadapan dengan satu ‘perkara’, sampai ke Mahkamah Agung. Habis satu milyar lebih. Setahun lebih perkaranya mendekam.
Tiap hari kepala pusing tidak karuan,” ujarnya kepada sang istri. Istrinya terdiam, memahami ke arah mana maksud perkataan suaminya.
“Ini TV bilang, Islam banyak perkaranya. Kalau dijumlahkan, ada belasan ‘perkara’. Kalau begitu, berapa milyar duit yang akan habis?” tanyanya.
“Kalau begitu, kita urung masuk Islam. Banyak ‘perkara’!” tegasnya disambut anggukan sang istri. (Alhafiz Kurniawan)
Terpopuler
1
Muktamar ke-35 NU Digelar 1-5 Agustus 2026, Penentuan Tuan Rumah Gunakan Empat Kriteria
2
KH Nurul Huda Djazuli: Saya Cinta NU, Saya Tak Ingin Melihat Pengurus Bertengkar, NU dan Pesantren Harus Menguatkan
3
Seruan 13 Kiai Sepuh tentang AHWA Jelang Pembukaan Munas dan Konbes NU 2026
4
Rais Aam PBNU Kembali Gunakan Bahasa Arab dalam Khutbah Iftitah Munas-Konbes NU 2026
5
Ketum PBNU: Barokah Kiai Sepuh, Munas dan Konbes NU di Ploso Berjalan Sukses
6
Sidang Pleno II Munas-Konbes, Ketum PBNU Sebut Pelatihan Kader NU Jadi Fondasi Meritokrasi
Terkini
Lihat Semua