Amerika Serikat (AS), menurut KH Hasyim Muzadi, adalah negara yang di dalam ‘kamus’ hidupnya tidak pernah ada kata rugi, bahkan impas sekalipun. Begitu juga terhadap negara-negara kecil dan berkembang yang ia kuasai, jangan sampai ada istilah rugi.
Setiap ekspansi ekonomi perusahaan-perusahaan besar milik negeri adidaya itu harus balik modal plus keuntungan berlipat ganda. Setiap invasi dan agresi yang dilakukan terhadap negara-negara kecil, harus selalu membawa keuntungan, utamanya keuntungan ekonomis.
“Jadi, kalkulator buatan Amerika Serikat dan Inggris itu beda. Kalau kalkulator buatan Inggris itu lengkap, ada tombol pembagian, pengurangan, perkalian dan penambahan. Nah, kalau kalkulator buatan Amerika Serikat itu, cuma ada penambahan dan perkalian. Pembagian nggak ada, apalagi pengurangan,” kata Hasyim yang juga Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama. (rif)
Terpopuler
1
Ini Rangkaian Kegiatan HUT Ke-81 RI, dari Zikir Kebangsaan hingga Pesta Rakyat
2
Pemerintah Siapkan 8.100 Kuota bagi Masyarakat untuk Saksikan Langsung Upacara HUT Ke-81 RI di Istana
3
Hukum Menjamak Shalat karena Menonton Film The Oddysey
4
Menag Klaim Indeks Kerukunan Umat Beragama Tertinggi Sepanjang Sejarah Indonesia
5
Prabowo Batal Hadiri Zikir Kebangsaan di Monas, Menag: Ada Tugas Kenegaraan
6
Ratusan Ribu Warga Padati Monas dalam Zikir dan Doa Kebangsaan, Mayoritas Datang dari Luar Jakarta
Terkini
Lihat Semua