Amerika Serikat (AS), menurut KH Hasyim Muzadi, adalah negara yang di dalam ‘kamus’ hidupnya tidak pernah ada kata rugi, bahkan impas sekalipun. Begitu juga terhadap negara-negara kecil dan berkembang yang ia kuasai, jangan sampai ada istilah rugi.
Setiap ekspansi ekonomi perusahaan-perusahaan besar milik negeri adidaya itu harus balik modal plus keuntungan berlipat ganda. Setiap invasi dan agresi yang dilakukan terhadap negara-negara kecil, harus selalu membawa keuntungan, utamanya keuntungan ekonomis.
“Jadi, kalkulator buatan Amerika Serikat dan Inggris itu beda. Kalau kalkulator buatan Inggris itu lengkap, ada tombol pembagian, pengurangan, perkalian dan penambahan. Nah, kalau kalkulator buatan Amerika Serikat itu, cuma ada penambahan dan perkalian. Pembagian nggak ada, apalagi pengurangan,” kata Hasyim yang juga Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama. (rif)
Terpopuler
1
PWNU Jateng Deklarasikan Muktamar Ke-35 NU yang Jujur, Bersih, Terbuka, Beradab
2
Data Terbaru Gempa NTT: 78 Meninggal Dunia, 907 Luka-Luka, 92 Ribu Warga Mengungsi, 4.256 Gempa Susulan
3
Karhutla Ancam Kalimantan, Pantauan Satelit BNPB Temukan 1.487 Titik Panas
4
Data Terkini Gempa NTT: 87 Meninggal Dunia, 1.298 Luka-Luka, dan 150 Ribu Warga Mengungsi
5
Khidmah NU di Akar Rumput: Ketangguhan Keluarga menuju Indonesia Emas
6
PBNU Perluas Kolaborasi untuk Transformasi Pesantren
Terkini
Lihat Semua