Suatu kali Pak Poltak menjaga pohon duriannya, si maling tidak beraksi meskipun ia berusaha sembunyi agar tak diketahui.
Giliran ditinggal, duriannya hilang. Saking kesalnya, Pak Poltak menempelkan stiker besar di pohon duriannya dengan tulisan, "Tuhan tahu siapa yang mengambil durian ini".
Dengan lega ia meninggalkan pohon duriannya. Berharap si maling terketuk hati nuraninya.
Namun, esok harinya lagi-lagi duriannya hilang dan tulisan di stiker itu bertambah, "Tuhan tahu siapa yang mengambil durian ini, tapi Tuhan tidak akan bilang siapa-siapa". (Ahmad)
Terpopuler
1
Diskusi Kabla Muktamar Ke-35 di Unusia: Pengendali NU Kian Anonim, Perlu Menjaga Jarak dari Intervensi Negara
2
Akui Dapat Banyak Kritik, Presiden Prabowo Heran MBG Disebut Pemborosan
3
Pendukung Spanyol Kibarkan Bendera Palestina Sepanjang Turnamen Piala Dunia 2026
4
Gempa 7,3 Magnitudo Guncang Meksiko, Tidak Ada Korban Maupun Kerusakan Langsung
5
Fachry Ali Ulas Muktamar Cipasung 1994 Jadi Perlawanan NU terhadap Intervensi Pemerintah
6
Lowongan Kerja Belum Ramah Difabel, Di Mana Letak Keadilannya?
Terkini
Lihat Semua