Akhirnya pihak istana mengadakan sayembara bagi masyarakat. Sesiapa yang bisa menyembuhkan pangeran akan mendapat hadiah dari Raja. Meskipun bukan termasuk tabib, Abu Nawas mengajukan diri dan yakin bisa menyembuhkan pangeran.
"Saya membutuhkan seorang tua yang di masa mudanya sering mengembara ke pelosok negeri," pinta Abu Nawas. Orang tua yang diinginkan Abu Nawas didatangkan oleh Raja.
"Sebutkan satu persatu nama-nama desa di daerah selatan," perintah Abu Nawas kepada orang tua itu.
Kemudian Abu Nawas memerintahkan agar menyebutkan bagian utara, barat dan timur. Setelah semua bagian negeri disebutkan, Abu Nawas mohon agar diizinkan mengunjungi sebuah desa di sebelah utara. Raja merasa heran.
“Kamu didatangkan ke sini bukan untuk berlibur,” kata sang Raja.
"Sang pangeran sedang jatuh cinta pada seorang gadis desa di sebelah utara negeri ini," kata Abu Nawas menjelaskan.
"Bagaimana kau tahu?" tanya Raja.
"Ketika nama-nama desa di seluruh negeri disebutkan tiba-tiba degup jantungnya bertambah keras ketika mendengarkan nama sebuah desa di bagian utara negeri ini. Dan sang pangeran tidak berani mengutarakannya kepada Baginda."
"Lalu apa yang harus aku lakukan?" tanya Raja.
"Mengawinkan pangeran dengan gadis desa itu," jelas Abu Nawas.
"Kalau tidak?" ucap Raja ragu-ragu.
"Cinta itu buta. Kalau tidak diobati kebutaannya, pangeran akan mati," jawab Abu Nawas yang sarannya seketika diterima Baginda Raja. (Ahmad)
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Kemarau Panjang, Saatnya Muhasabah dan Ikhtiar
2
Kemenag Buka Program Persiapan Studi ke Luar Negeri, Ini Syarat dan Cara Daftarnya
3
Khutbah Jumat: Jangan Biarkan Rakyat Berjuang Sendiri Saat Bencana
4
Baca Doa Ini untuk Jaga Kesehatan Mental
5
Ngaji Al-Hikam, Kiai Miftach Ungkap Makna Keramat dalam Perjalanan Spiritual
6
Banjir Landa Sejumlah Pemukiman di 7 Kecamatan Abdya, Warga Diminta Tetap Waspada
Terkini
Lihat Semua