Seorang hamba yang telah diberi kekayaan oleh Allah SWT menjadi lupa diri ketika kekayaannya semakin bertambah. Jangankan bersyukur..malah ia bertepuk dada bahwa apa yang didapatnya adalah hasil keringat sendiri.
Ia menjadi pria yang sombong dan selalu menjauh dari orang-orang miskin. Ketika isterinya meninggal dunia..ia tidak merasa kehilangan. Dengan sombongnya dia lalu membeli sebuah HP lengkap dengan nomor dan pulsa..lalu diam-diam dimasukkan ke dalam kain kafan isterinya sebelum dimakamkan.
<>
Di hari ketiga ia mencoba menelepon isterinya..pingin tahu kabar isterinya dari dalam kubur. Telepon pertama tidak diangkat..begitu pula telepon kedua. Dalam hatinya ia berkata..”Kurang ajar..kok telepon ku tidak dijawabnya..mungkin sudah ada selingkuhannya “…
Tapi begitu ia mencoba untuk ketiga kalinya..tiba-tiba dari dalam kubur ada suara yang menjawab….” Mohon maaf..orang yang anda tuju sedang diperiksa “…….
Mendengar jawaban itu ia malah marah-marah, sambil ngomel…siapa yang berani periksa isteriku..hutangnya juga nggak punya…gumamnya.
Lalu keesokan harinya ia mencoba menelepon isterinya….nah pada kontak yang ketiga..terdengar jawaban yang mengagetkan dia……”tunggu giliran kamu “….kontan saja si kaya itu lari tunggang langgang, mendengar jawaban diteleponnya..dan akhir nya ia mati ditabrak kendaraan di jalan raya….
Penulis: Ahmad Zuhri
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Syukur Batin dan Syukur Lahir: Mengakui Nikmat dan Menggunakannya untuk Taat
2
Khutbah Jumat: Isi Hati dengan Maaf, Bukan dengan Dendam
3
Khutbah Jumat: 2 Sikap Hidup yang Menjadi Ladang Kebaikan
4
Ketua Umum PBNU Terima PP IPNU-IPPNU, Kongres November Diminta Respons Tantangan Era AI
5
Hasil Muktamar Ke-35 NU Segera Disosialisasikan ke PWNU dan PCNU
6
Khutbah Jumat: 3 Cara Menggunakan Harta yang Baik Menurut Imam Al-Ghazali
Terkini
Lihat Semua