1 Dzul Hijjah, Otoritas Makkah Mulai Angkat Kiswah Ka’bah
NU Online · Rabu, 22 Juli 2020 | 08:30 WIB
Otoritas Makkah mengangkat bagian bahwa kiswah Ka'bah menjelang pelaksanaan ibadah haji 1441 H. (Foto: Alarabiya)
A Muchlishon Rochmat
Penulis
Rabu, NU Online
Otoritas Makkah mengangkat bagian bawah kiswah Ka’bah pada Rabu (22/7). Pengangkatan kain tersebut menandai masuknya bulan Dzul Hijjah sekaligus menyambut pelaksanaan haji tahun ini yang dilaksanakan pada akhir bulan dengan jamaah terbatas karena pandemi Covid-19.
Proses pengangkatan bagian bawah kiswah Ka’bah dilaksanakan pada menit-menit awal bulan Dzul Hijjah 1441 H yang jatuh pada hari ini, Rabu 22 Juli 2020. Proses ini biasanya dilakukan selama beberapa hari sebelum jamaah haji menuju ke situs-situs suci untuk memulai ibadah haji mereka.
Baca juga: Masjidi Haram Ditutup saat Idul Adha
Berdasarkan laporan Alarabiya, lebih dari 50 orang dari Kerajaan dan didampingi Presiden Jenderal untuk Masjidil Haram dan Masjid Nabawi Abdul Rahman al-Sudais ikut serta dalam proses penggantian kiswah Ka’bah dengan kiswah yang baru. Setiap tahunnya, para penjaga pintu Ka’bah memiliki tugas khusus untuk kain kiswah Ka’bah yang berwarna hitam dan disulam dengan emas.
Kain kiswah Ka’bah dibuat dari sekitar 670 kilogram sutera berwarna hitam, 120 kilogram benang emas, dan 100 kilogram benang perak. Pada kain hitam tersebut dijahit ayat-ayat Al-Qur’an dengan benang berlapiskan emas.
Baca juga: Saudi Tetapkan 1 Dzulhijjah 22 Juli, Wukuf di Arafah 30 Juli
Al-Sudais mengatakan, pihaknya membuat pengaturan khusus untuk pengiriman kiswah Ka’bah yang sesuai dengan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran virus corona. Di samping itu, pihaknya juga telah membuat rencana operasional yang difokuskan untuk tindakan pencegahan guna menjaga kesehatan jamaah haji. Karena bagaimana pun, otoritas Saudi menegaskan bahwa kesehatan dan keselamatan jamaah adalah prioritas utama mereka.
Untuk diketahui, otoritas Arab Saudi telah akan mulai menyelenggarakan ibadah haji pada 29 Juli mendatang dengan jumlah jamaah yang terbatas karena adanya pandemi Covid-19. Otoritas mengonfirmasi bahwa jamaah haji tahun ini dibatasi hanya 10 ribu orang saja dari 160 negara. Mereka yang terseleksi menjadi jamaah haji tahun ini adalah yang sudah tinggal di Arab Saudi.
Pewarta: Muchlishon
Editor: Fathoni Ahmad
Terpopuler
1
PBNU Finalisasi SK Kepengurusan Peserta Muktamar Ke-35 dan Road Map NU 25 Tahun
2
Hukum Lomba Mancing Berbayar di Kolam
3
Tim PBNU Tinjau Tiga Pesantren di Cirebon sebagai Calon Lokasi Muktamar Ke-35 NU
4
Prediksi Cuaca 3-9 Juli 2026:Kemarau Berlanjut, Hujan Masih Mengiringi Sebagian Wilayah Indonesia
5
Lokasi Muktamar NU dari Masa ke Masa (Bagian Pertama-Masa Kolonial)
6
Suluk Kajen Diresmikan, Siap Jadi Pusat Riset Manuskrip dan Pemikiran Syekh Ahmad Mutamakkin
Terkini
Lihat Semua