Amerika Serikat Luncurkan Serangan Terbatas ke Pulau Qeshm di Iran
NU Online · Selasa, 3 November 2026 | 19:30 WIB
Husnul Khotimah
Kontributor
Jakarta, NU Online
Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan militer terhadap Pulau Qeshm di Iran pada Senin (2/11/2026) waktu setempat.
Melansir Al Jazeera, beberapa ledakan terdengar di Pulau Qeshm dan Bandar Lengeh. Ledakan-ledakan itu terjadi secara beruntun pada Senin malam (2/11/2026). Saksi mata mengatakan bahwa mereka melihat dua pesawat terbang di atas pulau yang terletak di lepas pantai selatan Iran dekat Selat Hormuz tersebut.
Kantor Berita Iran IRNA melaporkan bahwa Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) telah menangkap drone pengintai dan umpan keempat AS dalam keadaan utuh di sebelah barat Selat Hormuz setelah menguasai sistem panduan dan kendalinya. Menurut Angkatan Laut IRGC, misi drone tersebut adalah untuk mengidentifikasi sistem pertahanan udara Iran di sepanjang pantai Teluk Persia dan di atas pulau Qeshm.
Sementara itu, Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf menegaskan bahwa bangsa Iran tidak akan menyerah pada ancaman dan tindakan militer AS.
“Kami mempertahankan tingkat kesiapan pertahanan tertinggi di lapangan dan di arena militer; jika Washington melakukan kesalahan strategis lagi, mereka harus tahu bahwa, kali ini, mereka akan menghadapi medan perang baru dan akan mencari jalan keluar dengan lebih putus asa daripada yang mereka lakukan saat ini,” ungkapnya, dikutip NU Online dari IRNA.
Ghalibaf mengatakan bahwa akar permusuhan AS terhadap bangsa Iran adalah karena rakyat Iran melakukan perlawanan.
Wall Street Journal merilis berita bahwa berdasarkan keterangan para pejabat AS, serangan AS tersebut bersifat defensif dan merupakan bagian dari rangkaian operasi terbatas yang dilakukan Washington secara diam-diam dalam beberapa pekan terakhir.
Menurut pihaknya, serangan tersebut dirancang untuk mencegah Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran yang disebutnya mengganggu jalur pelayaran komersial di Selat Hormuz. Pihaknya mengatakan bahwa mulanya IRGC dikabarkan sempat menembakkan rudal darat-ke-udara ke arah jet tempur AS hingga kemudian dibalas dengan tindakan bela diri. Serangan tersebut berlangsung di tengah gencarnya Presiden AS Donald Trump menggembar-gemborkan peluang tercapainya sebuah kesepakatan diplomatik dengan Teheran.
"Kita belum berperang selama berbulan-bulan," ujar Trump kepada awak media, dikutip NU Online dari Wall Street Journal, Selasa (3/11/2026).
Langkah militer tersebut juga terjadi tidak lama setelah pernyataan Presiden Trump yang mengecilkan kemungkinan eskalasi perang terbuka dengan Iran, menyusul pelaksanaan Pemilu Sela (Midterm Election) pada hari Selasa (3/11/2026).
Kabar serangan tersebut langsung memicu reaksi di pasar global. Harga minyak mentah dunia kembali merangkak naik akibat kekhawatiran terhadap pasokan global di jalur strategis Selat Hormuz.
Terpopuler
1
Prabowo Sebut Ada Kelompok yang Ingin Indonesia Terpecah
2
Ketum PBNU Gus Kikin Imbau Warga Tidak Terprovokasi Kasus Pembakaran Warung Mi di Sukoharjo
3
Pemuda NU Asal Lumajang Raih Rekor MURI lewat Karya Buku Tertebal di Indonesia
4
Pelantikan PCNU Bekasi 2026–2031, Ketua PBNU Puji Raharjo Ingatkan Qanun Asasi untuk Penguatan Organisasi
5
Kader Ansor Tawarkan Ilmu Mantiq untuk Menyaring Informasi AI dalam Mu'tamad 2026 di Lirboyo
6
Pemuda Desak Karhutla Jadi Bencana Nasional, Walhi Ingatkan Kewajiban Lindungi Rakyat
Terkini
Lihat Semua