Dihadiri Wahbah Zuhaili, Haul Al-Buthi Digelar di Jakarta
NU Online · Rabu, 26 Maret 2014 | 05:01 WIB
Jakarta, NU Online
Pondok Pesantren Al-Kenaniyah Jakarta Timur menggelar peringatan setahun atau haul ulama besar asal Suriah, Syekh Said Ramadhan Al-Bhuti, yang meninggal dalam rentetan konflik berdarah di negaranya. Rekan Al-Buthi, Syekh Wahbah Zuhaili akan hadir di pesantren yang dipimpin KH Hambali Ilyas itu untuk memimpin doa dan memberikan taushiyah, Rabu (26/3) malam ini. <>
Acara haul akan dipusatkan di Masjid Jami’ Al-Ilyas, Komplek Pondok Pesantren Al-Kenaniyah Pulonangka Pulomas (Belakang Gedung Sumarecon), Jalan Perintis Kemerdekaan, Jakarta Timur. Kegiatan berlangsung usai shalat maghrib.
Kegiatan ini juga didukung oleh International Conference of Islamis Scholars (ICIS). Sekjen ICIS KH Hasyim Muzadi juga akan hadir menemani Syekh Wahbah Zuhaili.
Rabu (26/3) siang ini Syekh Wahbah sudah sampai di bandara internasional Soekarno Hatta, dan langsung meluncur ke Pondok Pesantren Al-Kenaniyah untuk mengikuti kegiatan haul Al-Buthi.
Panitia Haul, H Fathir Hambali mengatakan, Syekh Wahbah sudah sering singgah di pesantren Al-Kenaniyah. “Setelah acara, Syekh Wahbah akan berada di Al-Kenaniyah dan beristirahat full Kamis besok sebelum melanjutkan perjalanan,” katanya.
Putra KH Hambali Ilyas yang pernah enam tahun belajar di Suriah itu mengatakan, kegiatan haul kali ini dimaksudkan untuk berdoa dan memberikan penghormatan kepada para ulama di seluruh dunia yang telah berkorban jiwa dan raga, khususnya untuk Syekh Ramadhan Al-Buthi.
“Intinya kami ingin memberikan penghormatan kepada para ulama. Kami ingin mendapatkan teladan yang baik. Beliau-beliau telah mengorbankan jiwa dan raga untuk mewujudkan keadaan yang lebih baik,” katanya.
Al-Buthi adalah tokoh ulama Ahlussunnah wal Jama’ah yang gigih membela konsep-konsep Mazhab Empat dan aqidah Asy’ariyah, Maturidiyah, serta tasawuf Al-Ghazali. Sama seperti Syekh Wahbah Zuhaili, Al-Buthi masih aktif menulis walaupun usianya telah senja. Kitab-kitabnya menjadi rujukan umat Islam seluruh dunia. (A. Khoirul Anam)
Terpopuler
1
Khutbah Jumat Dzulqadah: Bulan Damai di Tengah Dunia yang Gemar Bertikai
2
Khutbah Jumat: Jangan Halalkan Segala Cara Meski Hidup Sedang Sulit
3
Khutbah Jumat: Menghidupkan Tradisi Membaca di Zaman Serba Instan
4
Hukum Mengubur Ikan Sapu-Sapu Hidup-hidup, Bolehkah?
5
Khutbah Jumat: Hari Bumi Sedunia, Mari Jaga Alam Kita
6
Khutbah Jumat: Meneladani Persahabatan Nabi dengan Alam
Terkini
Lihat Semua