Gandeng WAMTAZA, NU Australia Barat Promosikan Islam Ramah
NU Online · Kamis, 26 September 2019 | 07:00 WIB
Untuk meningkatkan penetrasi Islam yang rahmatal lil 'alamin, Nahdlatul Ulama (NU) Australia Barat menggandeng Western Australia Multicultural Taklim and Dzikir Association (WAMTAZA). Yaitu sebuah organisasi keagamaan yang memfokuskan pada pengajaran keislaman dan dzikir di kalangan Muslim Perth.
“Misi dan kegiatan-kegiatan WAMTAZA sejalan dengan NU dalam memainkan peran dakwah yang moderat di tengah-tengah masyarakat Australia Barat," ucapnya kepada NU Online melalui aplikasi WhatsApp, Kamis (26/9).
Ridwan menambahkan, bersama NU Australia Barat, WAMTAZA hadir untuk mewujudkan wajah Islam yang damai di tengah warga Perth yang plural. Lebih-lebih dalam beberapa tahun terakhir ini organisasi Islam garis keras seperti HTI sudah menjejakkan kakinya di tanah Perth dan Australia Barat. Dikatakan, walaupun HTI telah bubar tapi ideologinya tetap bersemai dan tumbuh di hati para pengikutnya. Dengan mengusung agenda khilafah, mereka terus melakukan gerakan tanpa lelah.
“Meskipun gerakannya masih terbatas, tidak begitu besar, namun perlu diwaspadai agar tidak semakin membesar," jelasnya.
"Tujuan tersebut sangat selaras dengan Nahdlatul Ulama," kata Ridwan.
Ia menambahkan, NU Australia Barat dan WAMTAZA dalam setiap tahun melakukan berbagai kegiatan, di antaranya adalah perayaan Isra Mi’raj, dzikir pertengahan Sya’ban, Shalat Idul Fitri dan Idul Adha, dan Maulidan. Namun yang juga teramat penting adalah ‘kerja sama ideologi’, yaitu mempromosikan toleransi yang terus dikampanyekan di berbagai kesempatan.
“Kita adalah etalase di negeri orang. Maka seharusnya kita menampilkan wajah Islam moderat, wajah Islam yang teduh, bukan Islam yang garang,” ungkapnya.
Pendirian WAMTAZA dipelopori oleh Mustasyar Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Australia-New Zealand, Ustadz Mumu Mubarok Omo, pada tahun 1990-an. Anggotanya berasal dari tokoh berbagai negara seperti Indonesia, Malaysia, Singapura, Australia, Pakistan, Bangladesh dan Afghanistan. Pimpinan WAMTAZA sudah mengalami sekian kali pergantian. Sejak 7 September 2019, Ketua WAMTAZA dijabat oleh Darren Han, seorang Muslim dari Australia.
Editor: Muchlishon
Terpopuler
1
Ketum PBNU Respons Penetapan Eks Menag Yaqut Cholil Qoumas sebagai Tersangka Korupsi Kuota Haji
2
Setahun Berjalan, JPPI Nilai Program MBG Berhasil Perburuk Kualitas Pendidikan
3
Laras Faizati Tolak Replik Jaksa karena Tak Berdasar Fakta, Harap Hakim Jatuhkan Vonis Bebas
4
Bolehkah Janda Menikah Tanpa Wali? Ini Penjelasan Ulama Fiqih
5
Langgar Hukum Internasional, Penculikan Presiden Venezuela oleh AS Jadi Ancaman Tatanan Global
6
Gus Mus: Umat Islam Bertanggung Jawab atas Baik Buruknya Indonesia
Terkini
Lihat Semua