Hadir di Konferensi Riyadh, Ketum PBNU Ajak Bangun Strategi Transformasi Pola Pikir Umat
NU Online · Kamis, 12 Mei 2022 | 10:30 WIB
Ketum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) pada Forum on Common Values among Religious Followers (Forum tentang Nilai-nilai Bersama di Antara Para Pengikut Agama), (11/5/22). (Foto: istimewa)
Syifa Arrahmah
Penulis
Riyadh, NU Online
Kerajaan Saudi Arabia menyelenggarakan Forum on Common Values among Religious Followers (Forum tentang Nilai-nilai Bersama di Antara Para Pengikut Agama) pada Rabu (11/5/22).
Gelaran internasional yang diprakarsai Rabithah ‘Alam Islami (Liga Dunia Islam) itu, dihadiri Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf yang diundang sebagai salah seorang pembicara utamanya.
Dalam pidatonya, Gus Yahya mengajak kepada seluruh audiens untuk membangun strategi bersama mentransformasikan pola pikir umat beragama.
Menurutnya, masih banyak kalangan umat beragama yang memandang hubungan antar agama sebagai kompetisi politik, tak ayal agama diperalat sebagai senjata politik untuk memperebutkan kekuasaan.
"Pola pikir ini harus diubah karena akan merusak harmoni sosial di antara kelompok agama yang berbeda-beda dan memustahilkan kelompok-kelompok yang berbeda itu hidup berdampingan secara damai," katanya.
Ia mengungkapkan, gelaran yang digagas oleh Kerajaan Saudi Arabia ini merupakan jawaban atas keinginannya selama ini.
"Bagi saya, ini adalah harapan pribadi yang secara kebetulan dipenuhi oleh Yang Mulia Syaikh Al Issa," ungkap Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Tholibin, Rembang itu.
Dalam kesempatan itu, ia juga menceritakan, pada 2021 lalu pernah ditunjuk untuk berbicara soal pentingnya mengidentifikasi nilai-nilai kerjasama antar-agama di acara International Religious Freedom Summit di Washington, DC, Amerika Serikat.
"Tahun 2021, saya berpidato dalam International Religious Freedom Summit di Washington, DC, Amerika Serikat. Saya membicarakan pentingnya mengidentifikasi nilai-nilai yang sudah kita pegangi bersama sebagai landasan dialog dan kerjasama antar agama. Dan hari ini kita berkumpul untuk keperluan itu," terangnya.
Sementara itu, Sekjen Rabithah ‘Alam Islami, Syeikh Al Issa menegaskan bahwa tujuan forum ini adalah untuk membangun bersama visi berkeadaban untuk mengkonsolidasikan nilai-nilai moderasi dalam masyarakat.
Forum ini juga diharapkan dapat menangkal ancaman pemikiran ekstrim antar kelompok serta mengubah konflik yang tercipta diantara agama-agama dan lingkungan-lingkungan budaya yang berbeda menjadi kesepahaman, kerjasama dan solidaritas.
Sebagai informasi, dalam kunjungan ke Riyadh kali ini, Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf didampingi oleh Wakil Ketua Umum PBNU Habib Muhammad Hilal Al Aidid, dan Ketua LazisNU Habib Ali Hasan Bahar.
Pewarta: Syifa Arrahmah
Editor: Kendi Setiawan
Terpopuler
1
Pengumuman Hasil Seleksi Berkas Beasiswa Al-Azhar Mesir 2026, Cek Daftar Namanya di Sini
2
Muktamar Ilmu Pengetahuan 2026 di UIN Sunan Kudus Perkuat Konsolidasi Ilmuwan NU untuk Transformasi Sosial
3
Prediksi Cuaca 26 Juni-2 Juli 2026: Kemarau Makin Terasa, Dinamika Atmosfer Picu Hujan di Sebagian Daerah
4
Pemadaman Listrik dan Pergeseran Tanggung Jawab Negara atas Barang Publik
5
Gempa Magnetudo 5,6 Guncang Pacitan, Terasa hingga Yogyakarta
6
Festival Adat Budaya Nusantara, Lebih dari 100 Raja dan Sultan Sedunia Bakal Kumpul di Salatiga
Terkini
Lihat Semua