ISIS Tak Representasikan Ajaran Islam
NU Online · Kamis, 18 September 2014 | 20:56 WIB
Jakarta, NU Online
Duta Besar Yordania untuk Indonesia, Walid Al-Hadid, mengatakan, kelompok garis keras Negara Islam (IS) atau ISIS tidak merepresentasikan ajaran Islam karena tidak menghargai perbedaan yang ada.
<>
"IS yang kejam tidak mewakili Islam yang cinta damai, penuh keadilan, dan toleran. Islam sesungguhnya tidak mengajarkan untuk membunuh orang tak bersalah dan memaksakan orang lain memasuki agama tertentu," ujar Al Hadid, di Jakarta, Kamis.
Menurut dia, tindakan-tindakan IS berlandaskan keinginan mereka sendiri, berlawanan dengan kemanusiaan dengan menghalalkan kekerasan bagi siapa saja yang bertentangan bagi faham yang mereka anut.
Untuk mengantisipasi penyebaran faham kelompok ISIS, menurut dia, diperlukan penjelasan ajaran Islam yang sebenarnya tentang perdamaian, toleransi dan saling menerima perbedaan.
"Kita dapat memerangi IS dengan mengajari orang-orang ajaran Islam yang sebenarnya, yakni Islam mengajarkan perdamaian dan toleransi," katanya.
Kelompok radikal IS, katanya, bukan masalah negara tertentu saja, melainkan masalah semua negara karena keberadaanya mengancam nilai kemanusiaan.
"Indonesia telah memainkan peran penting dalam menghadapi penyebaran ajaran IS dalam masyarakat Indonesia," kata Al-Hadid.
Sebelumnya, Ketua Umum PB Nadhlatul Ulama, KH Said Aqil Siroj, juga telah menegaskan faham IS tidak dibenarkan agama Islam.
"Yang dilakukan ISIS tidak direstui Islam, tidak direstui Al Quran. ISIS dikutuk Allah, dikutuk Islam. Saya bertanggung jawab, perilaku kekerasan atas nama apapun, atas apapun, kepada siapapun, tidak dibenarkan Islam," kata Siroj. (antara/mukafi niam)
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Menyambut Dzulhijjah dengan Semangat Beribadah
2
Khutbah Jumat: Sejarah dan Keutamaan Hari Jumat sebagai Sayyidul Ayyam
3
LF PBNU Rilis Data Hilal Awal Dzulhijjah 1447 H, Idul Adha Berpotensi 27 Mei 2026
4
Rentetan Pembubaran Nobar Film 'Pesta Babi' Picu Kritik dan Perdebatan Publik
5
Khutbah Jumat: Jangan Iri Hati Ketika Orang Lain Lebih Sukses
6
MK Sebut Jakarta Masih Berstatus Ibu Kota Negara, Lalu IKN?
Terkini
Lihat Semua