Mesir Tawarkan Jalan Tengah bagi Perdamaian Palestina dan Israel
NU Online · Ahad, 25 April 2021 | 10:00 WIB
Presiden Mesir Abdel Fattah Al-Sisi mengatakan bahwa negaranya mendorong pembentukan negara Palestina berdampingan dengan Israel.
Patoni
Penulis
Jakarta, NU Online
Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi mengatakan bahwa negaranya mendorong pembentukan negara Palestina berdampingan dengan Israel. Dalam wawancara dengan harian Jerman Die Welt, al-Sisi mengatakan bahwa berdampingannya negara Palestina dengan Israel akan menjamin keamanan warga Israel, tidak hanya warga Palestina.
"Kami selalu memberi tahu pihak Israel bahwa perjuangan Palestina adalah yang utama, dan setelah itu Israel dapat membahas masalah lain," kata Al-Sisi, Sabtu kemarin.
Dia menambahkan bahwa Mesir sedang bekerja untuk mendukung solusi nyata untuk terjadi kompromi tentang Palestina.
Awal 2021 lalu, para menteri luar negeri dari Mesir, Yordania, Prancis, dan Jerman bertemu di Kairo. Pertemuan itu dilakukan dalam upaya untuk menghidupkan kembali pembicaraan Israel-Palestina yang terhenti sejak 2014.
Dalam sebuah pernyataan bersama, kuartet itu membahas langkah-langkah potensial untuk memajukan Proses Perdamaian Timur Tengah dan bekerja untuk meluncurkan kembali proses perdamaian yang kredibel antara Palestina dan Israel.
Palestina menginginkan sebagai negara merdeka dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya.
Permukiman Israel di Tepi Barat telah terjadi sejak negara Yahudi menduduki wilayah itu pada1967 silam. Ini dipercepat di bawah kepemimpinan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan selama pemerintahan mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang pro-Israel.
Pewarta: Fathoni Ahmad
Editor: Muchlishon
Terpopuler
1
Ketum PBNU Respons Penetapan Eks Menag Yaqut Cholil Qoumas sebagai Tersangka Korupsi Kuota Haji
2
Setahun Berjalan, JPPI Nilai Program MBG Berhasil Perburuk Kualitas Pendidikan
3
Laras Faizati Tolak Replik Jaksa karena Tak Berdasar Fakta, Harap Hakim Jatuhkan Vonis Bebas
4
Gus Mus: Umat Islam Bertanggung Jawab atas Baik Buruknya Indonesia
5
Langgar Hukum Internasional, Penculikan Presiden Venezuela oleh AS Jadi Ancaman Tatanan Global
6
Khutbah Jumat Bahasa Jawa: 5 Cekelan Utama kanggo Wong kang Amar Ma'ruf Nahi Munkar
Terkini
Lihat Semua