Jakarta, NU Online
Nahdlatul Ulama (NU) terus berupaya menghilangkan stigma negatif terhadap Islam yang masih melekat di dunia Barat. Akhir bulan lalu Pengurus Besar NU (PBNU) secara khusus diundang ceramah di Howard University Washington DC, Amerika Serikat. Dalam kesempatan itu, NU meyakinkan bahwa sikap kelompok Islam yang keras dan eksklusif di beberapa negara jarang terjadi di Indonesia.<>
Ceramah disampaikan oleh Sekretaris Jendral PBNU H Marsudi Syuhud di sela kunjungan resmi menindaklanjuti kerjasama di bidang pendidikan, sosial dan keagamaan, 24-29 April 2012. Di Negeri Paman Sam, Marsudi rapat bersama sejumlah lembaga, seperti Global Peace Foundation (GPF), Brooklyn Institute, serta United State Institute of Peace.
Marsudi menjelaskan kepada audien, Indonesia merupakan contoh konkrit betapa Islam sangat kondusif bagi kehidupan masyarakat plural yang toleran, damai dan terbuka. “Indonesia adalah negera berpenduduk muslim terbesar di dunia. Dan menjadi negara muslim pertama yang demokratis,” ujarnya.
Sebagai ormas Islam terbesar, NU turut mengawal keutuhan NKRI dan medorong masyarakat menghargai perbedaan pendapat. Meskipun Islam menjadi agama mayoritas, Pancasila tetap disepakati menjadi rumah bersama tanpa meminggirkan nilai-nilai agama yang dianut warga.
“Ini membuktikan, di Indonesia Islam mampu kompatibel dengan demokrasi,” imbuhnya.
Sebagai perwakilan NU, Marsudi mengaku mendapat penghargaan spesial dari sejumlah tokoh di Amerika. Setelah sadar akan sikap Islam yang sejatinya ramah, mereka memuji Indonesia dan NU yang teguh memegang prinsip moderasi (tawassuth), toleransi (tasammuh), seimbang (tawazun), dan tegak lurus (i’tidal).
Dalam lawatan itu, PBNU dan sejumlah lembaga di Amerika Serikat mengagendakan pertukaran pelajar dan tokoh agama. Agenda ini bermaksud menjalin kerukunan dan proses saling mengenal lebih dalam antara Indonesia dan Amerika.
Redaktur: A. Khoirul Anam
Penulis : Mahbib Khoiron
Terpopuler
1
Pengumuman Hasil Seleksi Berkas Beasiswa Al-Azhar Mesir 2026, Cek Daftar Namanya di Sini
2
Muktamar Ilmu Pengetahuan 2026 di UIN Sunan Kudus Perkuat Konsolidasi Ilmuwan NU untuk Transformasi Sosial
3
Prediksi Cuaca 26 Juni-2 Juli 2026: Kemarau Makin Terasa, Dinamika Atmosfer Picu Hujan di Sebagian Daerah
4
Pemadaman Listrik dan Pergeseran Tanggung Jawab Negara atas Barang Publik
5
Gempa Magnetudo 5,6 Guncang Pacitan, Terasa hingga Yogyakarta
6
Festival Adat Budaya Nusantara, Lebih dari 100 Raja dan Sultan Sedunia Bakal Kumpul di Salatiga
Terkini
Lihat Semua