PCINU Sudan Adakan Santiaji Jurnalistik Pertama
NU Online · Rabu, 6 November 2013 | 09:24 WIB
Khartoum, NU Online
Pengurus Cabang Istimewa Nahdatul Ulama (PCINU) Sudan mengadakan santiaji jurnalistik dengan tajuk “Bertema dalam Kata-Kata” di wisma PCINU Khartoum, Sudan, Selasa (5/11).
<>
Rencananya, acara ini akan dilaksanakan dua kali pertemuan. Dalam pertemuan pertama, acara cukup meriah karena dihadiri seluruh redaktur majalah Tathwirul Afkar dan segenap warna NU Sudan.
“Ini merupakan acara pertama kalinya; mengadakan pelatihan jurnalistik dengan waktu singkat. Semoga, meskipun singkat namun bermanfaat”, kata salah seorang pemateri Sidik Ismanto.
Santiaji Jurnalistik diselenggarakan Lajnah Ta’lif wa Nasyr (LTNNU) Sudan. Tujuannya membantu memberi pelatihan jurnalistik pada segenap rekan redaktur majalah Tathwirul Afkar NU Sudan dan lebih ke arah langsung terjun ke penerbitan majalah.
“Setelah acara, saya mengharapkan teman-teman lebih antusias dalam menulis,” kata Pemred Tathwirul Afkar Luqman fahmy.
Dalam paparannya, Siddik menceritakan pengalaman dan pengetahuannya terkait dunia tulis-menulis, khususnya non-fiksi. Sejak di bangku SMP, ia sudah berkecimpung dalam dunia penerbitan majalah sekolah.
Sementara pemateri kedua Muhamad lebih banyak menularkan pengalaman dan proses kreatif menulis fiksi, khususnya cerpen dan puisi.
“Menulis dan melahirkan sebuah karya sastra adalah passion, dan menikmatinya adalah selera”, kata Muhamad yang telah melahirkan beberapa antologi puisinya. (Ibn Nawawi/Alhafiz K)
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Memasuki Bulan Maulid, Sudahkah Kita Meneladani Akhlak Rasulullah?
2
PWNU Jateng Deklarasikan Muktamar Ke-35 NU yang Jujur, Bersih, Terbuka, Beradab
3
Para Kiai Sepuh Sampaikan Seruan Moral Jelang Muktamar Ke-35 NU, Soroti Penggalangan Dukungan Calon AHWA
4
Khutbah Jumat: Belajar Menjadi Orang yang Amanah dan Profesional dari Rasulullah
5
Kiai-Kiai Sepuh Harap Muktamar Ke-35 NU Berjalan Baik, Jujur, Adil, dan Berakhlakul Karimah
6
Data Terbaru Gempa NTT: 78 Meninggal Dunia, 907 Luka-Luka, 92 Ribu Warga Mengungsi, 4.256 Gempa Susulan
Terkini
Lihat Semua