Positif Covid-19, Sekjen Palestina Dilarikan ke Rumah Sakit
NU Online · Senin, 19 Oktober 2020 | 09:00 WIB
Sekretaris Jenderal Organisasi Pembebasan Palestina (PLO), Saeb Erekat (65), dilarikan ke rumah sakit pada Ahad (18/10), setelah terinfeksi virus corona (Covid-19) pekan lalu. (Foto: WAFA)
A Muchlishon Rochmat
Penulis
Ramallah, NU Online
Sekretaris Jenderal Organisasi Pembebasan Palestina (PLO), Saeb Erekat (65), dilarikan ke rumah sakit pada Ahad (18/10), setelah terinfeksi virus corona (Covid-19) pekan lalu. Demikian diumumkan Departemen Negosiasi PLO.
Diberitakan kantor berita Palestina, WAFA, Erekat dibawa ke rumah sakit di Israel karena masalah kesehatan pernafasan kronis yang dideritanya. Karena itu, dia membutuhkan perawatan medis khusus.
Berdasarkan kesaksian seorang saksi mata, seperti dilansir laman Aljazeera, Ahad (18/10), Erekat berada di atas tandu ketika dia ditempatkan di dalam ambulans di luar rumahnya di Jericho, Tepi Barat yang diduduki. Kondisi Erekat semakin memburuk setelah dia terinfeksi pada 8 Oktober lalu.
“Saya ingin menyampaikan penghargaan kepada siapa saja yang menelepon, mentwit, dan mengirim pesan untuk mendoakan saya agar cepat sembuh dari Covid-19. Terima kasih kepada mereka yang mendoakan saya di masjid, sinagog, gereja, dan kuil ibadah lainnya,” kata Erekat, di akun Twitternya, Jumat, (9/10) lalu.
Sebelumnya, Erekat dikabarkan dibawa ke satu fasilitas kesehatan di Tel Aviv namun kemudian PLO mengumumkan bahwa Erekat telah dipindahkan ke Rumah Sakit Hadassah di Yerusalem. Saudara laki-laki Erekat, Saber Erekat, mengatakan bahwa situasi Erekat sedang tidak baik.
Sebagaimana diketahui, Erekat menjalani transplantasi paru-paru di Amerika Serikat.
Erekat adalah anggota dari Fatah, faksi paling kuat di PLO. Dia menjadi salah satu wajah paling terkenal dari kepemimpinan Palestina selama beberapa dekade, terutama di khalayak internasional.
Erekat juga menjadi salah satu penasihat paling senior untuk Presiden Palestina, Mahmoud Abbas. Dia juga menduduki jabatan teratas di bawah Yasser Arafat, Presiden Palestina sebelum Abbas.
Erekat mendukung solusi dua negara untuk menyelesaikan konflik Palestina-Israel. Selama ini, dia menjadi suara utama Palestina dalam menentang kebijakan pemukiman ilegal Israel atas wilayah-wilayah Palestina.
Hingga saat ini, World O Meters mencatat ada 47.135 kasus positif Covid-19 di Palestina, dengan angka kematian 408 orang dan angka kesembuhan 40.498 orang.
Pewarta: Muchlishon
Editor: Fathoni Ahmad
Terpopuler
1
Pemerintah Tetapkan Idul Adha 1447 H Jatuh 27 Mei 2026
2
Tim Hisab Rukyat: Hilal Awal Dzulhijjah 1447 H Penuhi Kriteria MABIMS, Idul Adha Diperkirakan 27 Mei 2026
3
Hilal Terlihat, PBNU: Idul Adha 1447 H Rabu, 27 Mei 2026
4
Menhan Sebut Seluruh Kabupaten di Jawa Akan Dikawal Batalyon Teritorial pada 2026
5
Tiga Jurnalis Indonesia Bersama Aktivis Ditangkap Israel, Dewan Pers Minta Pemerintah Bertindak
6
Ambruknya Rupiah Dinilai Tekan Rakyat Kecil, DPR Soroti Harga Kebutuhan Pokok
Terkini
Lihat Semua