Presiden Iran dan Ayatullah Khamenei Beda Pendapat Soal Gender
NU Online · Senin, 21 April 2014 | 04:07 WIB
Jakarta, NU Online
Dua pejabat paling tinggi Iran, Presiden Hassan Rouhani dan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, berbeda pendapat dalam masalah persamaan gender.
<>
Dalam pidato Hari Perempuan di Iran, Ahad 20 April, Presiden Hassan Rouhani menyerukan agar perempuan dan laki-laki diberi hak sama.
"Saya, sebagai kepala pemerintahan, mengakui terdapat begitu banyak kekurangan terkait dengan pembelaan hak-hak perempuan," kata Presidem Rouhani dalam acara yang dihadiri oleh kalangan elit perempuan Iran.
"Berdasarkan kriteria Islam, kami tidak memandang laki-laki sebagai jenis kelamin pertama atau perempuan sebagai jenis kelamin kedua... mereka sama-sama mempunyai martabat manusia dan tak satu pun dari mereka yang lebih tinggi dibanding lainnya," tambah presiden seperti dikutip kantor berita AFP dan dilansir oleh BBC Indonesia.
Pernyataan Rouhani ini tampaknya menempatkannya di posisi yang berseberangan dengan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.Pada Sabtu (19/04) Ayatollah Ali Khamenei mengatakan persamaan gender merupakan konsep Barat yang harus dijauhi.
Ia juga mengatakan bahwa kaum perempuan harus memusatkan perhatian pada kewajiban-kewajiban mereka dalam mengurus keluarga. (mukafi niam)
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Menyambut Dzulhijjah dengan Semangat Beribadah
2
LF PBNU Rilis Data Hilal Awal Dzulhijjah 1447 H, Idul Adha Berpotensi 27 Mei 2026
3
Khutbah Jumat: Sejarah dan Keutamaan Hari Jumat sebagai Sayyidul Ayyam
4
Rentetan Pembubaran Nobar Film 'Pesta Babi' Picu Kritik dan Perdebatan Publik
5
Khutbah Jumat: Jangan Iri Hati Ketika Orang Lain Lebih Sukses
6
MK Sebut Jakarta Masih Berstatus Ibu Kota Negara, Lalu IKN?
Terkini
Lihat Semua