Proposal Rehabilitasi Gaza Capai 19.5 Trilyun
NU Online · Jumat, 10 Oktober 2014 | 16:59 WIB
Jakarta, NU Online
Badan Pengungsi PBB (UNRWA) di Palestina membuat proposal pendanaan terbesar senilai $ 1.6 milyar atau sekitar 19.5 trilyun rupiah untuk merehabilitasi Gaza pasca perang.
<>
"Ini adalah permintaan tunggal terbesar dalam sejarah 64 tahun UNRWA," kata juru bicara Christopher Gunness kepada AFP menjelang konferensi donor yang akan diselenggarakan pada 12 Oktober di Kairo, sebagaimana dilansir oleh al arabiya.
"Angka yang kami minta di Kairo adalah $ 1,6 miliar... jumlah yang belum pernah terjadi sebelumnya," katanya. Ia menambahkan hampir setengah dari dananya untuk membangun kembali rumah yang rusak selama 50 hari perang di bulan Juli dan Agustus.
Perang itu menghancurkan puluhan ribu rumah serta infrastruktur utama dan menyebabkan sekitar 100.000 warga Gaza kehilangan tempat tinggal.
UNRWA menguraikan rencana darurat pasca-perang dalam dokumen 15-halaman, yang salinannya dilihat oleh AFP.
Janjinya adalah memprioritaskan rekonstruksi perumahan, fasilitas UNRWA - beberapa di antaranya runtuh selama perang - dan fasilitas kesehatan, termasuk menyediakan air minum yang bersih.
Konferensi Kairo akan dihadiri oleh Amerika Serikat, Uni Eropa, negara-negara Arab dan berbagai organisasi keuangan dan kemanusiaan.
Pemerintah Palestina telah meminta lebih dari $ 4 miliar untuk membangun kembali wilayah pesisir, yang merupakan rumah bagi sekitar 1,7 juta orang.
Masyarakat internasional mendesak Israel untuk mencabut blokade di Gaza untuk memungkinkan bahan bangunan untuk rekonstruksi. Jika pembatasan tersebut tetap ada, upaya pembangunan kembali hampir mustahil.
Israel khawatir baja dan beton dapat digunakan oleh militan untuk membuat senjata dan terowongan untuk serangan. (mukafi niam)
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Menyambut Dzulhijjah dengan Semangat Beribadah
2
Khutbah Jumat: Sejarah dan Keutamaan Hari Jumat sebagai Sayyidul Ayyam
3
LF PBNU Rilis Data Hilal Awal Dzulhijjah 1447 H, Idul Adha Berpotensi 27 Mei 2026
4
Rentetan Pembubaran Nobar Film 'Pesta Babi' Picu Kritik dan Perdebatan Publik
5
MK Sebut Jakarta Masih Berstatus Ibu Kota Negara, Lalu IKN?
6
Khutbah Jumat: Jangan Iri Hati Ketika Orang Lain Lebih Sukses
Terkini
Lihat Semua