Raja Salman Sukses Jalani Operasi Pengangkatan Kantong Empedu
NU Online · Kamis, 23 Juli 2020 | 14:30 WIB
Raja Salman sukses menjalani operasi untuk mengangkat kantong empedu di Rumah Sakit Spesialis King Faisal Riyadh. (Foto: Arab News)
A Muchlishon Rochmat
Penulis
Riyadh, NU Online
Penguasa Kerajaan Arab Saudi, Raja Salman bin Abdulaziz (84), sukses menjalani operasi laparoskopi untuk mengangkat kantong empedu di Rumah Sakit Spesialis King Faisal Riyadh pada hari ini, Kamis (23/7).
Meski demikian, seperti diberitakan kantor berita Saudi, SPA, Raja Salman akan menghabiskan waktu di rumah sakit sesuai dengan rencana perawatan yang direkomendasikan tim medis. Raja Salman menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendoakannya kesembuhannya.
Sebagaimana diketahui, Raja Salman dilarikan ke rumah sakit pada Senin (20/7) untuk menjalani pemeriksaan kesehatan setelah mengalami radang kantung empedu. Meski tengah dirawat di rumah sakit, Raja Salman tetap memimpin rapat kabinet melalui video call pada Selasa (21/7) malam. Rapat tersebut disiarkan stasiun televisi pemerintah. Dalam tayangan video tanpa suara, Raja Salman terlihat sedang berada di belakang meja, membuka-buka dokumen, dan membacanya.
Â
Baca juga:Â Radang Kantung Empedu, Raja Salman Dilarikan ke RS
Raja Salman terakhir berbicara di depan publik pada 19 Maret lalu. Saat itu, Raja Salman berpidato selama lima menit dan disiarkan televisi pemerintah tentang pandemi virus corona (Covid-19).
Raja Salman bin Abdulaziz menjadi penguasa tertinggi Kerajaan Arab Saudi pada 2015. Ia naik takhta setelah menggantikan Raja Abdullah yang meninggal dunia. Sebelumnya menjadi raja, Salman pernah menduduki beberapa jabatan penting. Di antaranya menjadi putra mahkota—selama 2,5 tahun sebelum menjadi raja, wakil perdana menteri—sejak 2012, dan gubernur Riyadh selama 50 tahun.  Â
Â
Pada 2017, Raja Salman menunjuk anaknya, Mohammed bin Salman (MBS), menjadi Putra Mahkota Arab Saudi, menggantikan Mohammed bin Nayef. Di bawah pemimpin de facto MBS, Arab Saudi melakukan sejumlah reformasi radikal di Kerajaan. Di antaranya mengizinkan perempuan mengendarai mobil sendiri, memperbolehkan perempuan bepergian tanpa mahram, mengganti sistem kalender Arab Saudi dari Hijriyah menjadi Masehi, dan lainnya.
Pewarta: Muchlishon
Editor: Fathoni Ahmad
Terpopuler
1
PBNU Finalisasi SK Kepengurusan Peserta Muktamar Ke-35 dan Road Map NU 25 Tahun
2
Hukum Lomba Mancing Berbayar di Kolam
3
Tim PBNU Tinjau Tiga Pesantren di Cirebon sebagai Calon Lokasi Muktamar Ke-35 NU
4
Prediksi Cuaca 3-9 Juli 2026:Kemarau Berlanjut, Hujan Masih Mengiringi Sebagian Wilayah Indonesia
5
Lokasi Muktamar NU dari Masa ke Masa (Bagian Pertama-Masa Kolonial)
6
Suluk Kajen Diresmikan, Siap Jadi Pusat Riset Manuskrip dan Pemikiran Syekh Ahmad Mutamakkin
Terkini
Lihat Semua