Sekolah Anak TKI Sabah Kekurangan Guru Agama
NU Online · Rabu, 14 November 2012 | 03:58 WIB
Kinabalu, NU Online
Konsulat Jenderal RI (KJRI) Sabah Malaysia mengatakan, guru agama masih sangat kurang di sekolah Indonesia untuk anak-anak Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Negeri Sabah.
<>
Konsul Jenderal RI Sabah, Soepeno Sahid, di Kota Kinabalu Sabah, Selasa, mengakui, bantuan tenaga guru untuk sekolah anak-anak TKI di Sabah dari Kementerian Pendidikan RI, jurusan agama yang sangat kurang, karenanya ia berharap pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan RI dapat mengirim tenaga guru dari jurusan agama Islam, Kristen Protestan dan Katolik.
"Sekolah Indonesia untuk anak-anak TKI masih kekurangan guru khususnya guru agama," kata Soepeno.
Selama ini pengajaran bidang studi agama terpaksa dilakukan oleh guru dari jurusan yang berbeda (bukan jurusan agama) untuk menutupi kekurangan tersebut sehingga pelajaran agama tetap berjalan, katanya.
Sebenarnya, lanjut Soepeno, jumlah tenaga guru yang ada sekarang belum sebanding dengan jumlah sekolah Indonesia di Negeri Sabah yang jumlahnya mencapai 152 unit termasuk community learning center (CLC).
"Jadi jumlah guru dengan sekolah belum sebanding, makanya masih banyak CLC khususnya di kawasan perkebunan kelapa sawit yang lokasinya sangat terpencil tenaga guru dari pekerja setempat yang latar belakang pendidikannya hanya SD dan SMP," beber dia.
Tetapi hal itu terpaksa diterima apa adanya agar anak-anak TKI di Negeri Sabah dapat mengenyam pendidikan, kata dia, sebab banyak CLC yang dibentuk sendiri oleh pekerja dengan tujuan agar anak-anak TKI dapat membaca, menulis dan menghitung.
Jika tidak demikian, ujar Soepeno, anak-anak TKI yang sudah memasuki usia sekolah, jumlahnya masih puluhan ribu orang, yang belum dapat tertampung melalui CLC.
Pada kesempatan berbeda, salah seorang guru LC Tunas Harapan Kampung Mendugi Kemanis Papar Sabah, Nengsi Yunus mengatakan, sekolah Indonesia tempatnya mengabdi sejak 2010 belum memiliki guru agama. Bahkan dari empat guru yang ada semuanya berlatar belakang pendidikan SMA dan Sekolah Pendidikan Guru (SPG) dengan mata pelajaran agama diajarkan oleh guru biasa.
"Mudah-mudahan pada masa yang akan datang, sekolah kami ini juga mendapatkan tenaga guru khususnya jurusan agama Islam dan Kristen," katanya.
Redaktur: Mukafi Niam
Sumber : Antara
Terpopuler
1
Berikut Daftar Wakil Rais Aam PBNU Periode 2026-2031 Beserta Bidangnya
2
Habib Umar bin Hafidz Kunjungi PBNU, Ada Tiga Agenda di Dalamnya
3
Gus Ipul: Jangan Campuradukkan Muktamar NU dengan Persoalan Lain
4
Khutbah Jumat: Jangan Putus Asa Mencari Rezeki Halal Saat Ekonomi Sulit
5
Khutbah Jumat: Hak atas Udara Bersih untuk Menjaga Kesehatan Pernapasan
6
Prabowo Lantik Empat Wakil Menteri, Kepala BNPB, dan Pimpinan Badan Pengelola Gambut
Terkini
Lihat Semua