Sindir Trump, Klub Komedi Tawarkan Akses Gratis Bagi Muslim
NU Online · Ahad, 13 Desember 2015 | 18:00 WIB
New York, NU Online
Kandidat presiden Amerika Serikat Donald Trump mungkin ingin melarang seluruh Muslim memasuki negaranya, tapi klub komedi Brooklyn menyambut mereka menghadiri pertunjukan secara gratis.
<>
Klub itu ingin membuat pernyataan serius tentang usul kandidat presiden dari Partai Republik itu, dan kemungkinan mendapatkan sejumlah pelanggan baru.
Sementara Trump belum tahu bagaimana cara membuktikan bahwa seseorang Muslim, The Experiment Comedy Gallery punya formula sederhana untuk melakukannya.
"Pertama menghadap Makkah. Kedua membaca Al Fatihah. Ketiga tertawa sepuas-puasnya sebagai Muslim gratis sepanjang malam," demikian pernyataan klub itu di laman mereka.
Mo Fathelbab, manajer klub yang juga seorang pelawak tunggal, melihat penawaran itu sebagai cara menyenangkan bagi klub komedi untuk menyampaikan kemarahan pada usul Trump.
"Saya seorang Muslim-Amerika dan saya capek melihat Islamofobia merajalela mengambilalih kampanye," kata Fathelbab kepada kantor berita Reuters dalam surel pada Jumat.
"Dan sampai Muslim Mel Brooks muncul dalam adegan untuk mengalahkan Trump dengan kelucuan lewat 'The Producers' versi kami, ini hal terbaik berikutnya."
Fathelbab mengatakan meminta seseorang membuktikan bahwa dia Muslim atau tidak "sejak awal merupakan ide yang sangat bodoh".
Dia menduga tidak akan terlalu banyak orang yang bisa membacakan surat pembuka dalam Alquran itu dan mendapat akses gratis ke klub yang berada di daerah Williamsburg, wilayah Brooklyn, salah satu bagian New York City yang paling beragam.
Komedian yang lahir di Brooklyn dan dibesarkan oleh orangtua Muslim yang beremigrasi dari Mesir itu mengatakan dia belajar di sekolah Katholik di kawasan Yahudi Orthodox.
Trump menyampaikan usul untuk melarang semua Muslim masuk Amerika Serikat beberapa hari setelah pasangan suami istri Muslim yang diduga terkait kelompok bersenjata menewaskan 14 orang dalam penembakan massal di San Bernardino, California.
Penembakan itu memasakkan kekhawatiran tentang kemampuan pemerintah Amerika Serikat melindungi warganya dari serangan kelompok bersenjata.
Fathelbab mengakui penawasan akses masuk gratis bagi Muslim sebagian juga dilakukan untuk publisitas tapi utamanya untuk "menempelnya ke orang itu."
"Saya lebih baik menentang Trump dan mentalitasnya sekarang ketimbang setelah dia menjadi presiden," katanya seperti dilansir kantor berita Reuters. (Antara/Mukafi Niam)
Terpopuler
1
Muktamar ke-35 NU Digelar 1-5 Agustus 2026, Penentuan Tuan Rumah Gunakan Empat Kriteria
2
KH Nurul Huda Djazuli: Saya Cinta NU, Saya Tak Ingin Melihat Pengurus Bertengkar, NU dan Pesantren Harus Menguatkan
3
Seruan 13 Kiai Sepuh tentang AHWA Jelang Pembukaan Munas dan Konbes NU 2026
4
Rais Aam PBNU Kembali Gunakan Bahasa Arab dalam Khutbah Iftitah Munas-Konbes NU 2026
5
Ketum PBNU: Barokah Kiai Sepuh, Munas dan Konbes NU di Ploso Berjalan Sukses
6
Sidang Pleno II Munas-Konbes, Ketum PBNU Sebut Pelatihan Kader NU Jadi Fondasi Meritokrasi
Terkini
Lihat Semua