Soal Muslim Uighur, Indonesia Minta China Taati Peraturan HAM
NU Online · Jumat, 21 Desember 2018 | 00:48 WIB
Jakarta, NU Online
Pemerintah Indonesia menyatakan sangat prihatin terhadap kasus yang menimpa warga muslim Uighur di Provinsi Xinjiang, China.
Pernyataan tersebut ditegaskan Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla saat ditemui awak media di Kantor Wapres, Jalan Merdeka Utara, Jakarta, Kamis, (20/12).
“Pemerintah sangat prihatin dengan hal-hal tersebut apabila ada pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM). Kalau itu terjadi walapun pihak China selalu membantah tidak demikian, tetapi kita prihatin,” ujarnya.
Wapres juga menjelaskan bahwa Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi telah memanggil Duta Besar (Dubes) China di Jakarta untuk menyampaikan keprihatinan pemerintah terkait hal tersebut.
“Sudah (Dubes China untuk Indonesia) dipanggil tanggal 17 yang lalu,” ungkapnya.
Selain itu, lanjut Wapres, Pemerintah Indonesia juga telah memerintahkan Dubes Indonesia di Bejing untuk melihat keadaan yang sebenarnya terjadi dan segera melaporkannya ke Jakarta.
Meski demikian, Wapres menekankan, pemerintah tetap dalam pendirian untuk penegakan HAM kalau memang terjadi diskrimininasi.
“Ketentuan HAM secara internasional harus juga ditaati oleh pihak China. Tetapi semua menunggu laporan dari Dubes kita dan juga follow up dari pemanggilan Dubes China oleh Menlu pada dua hari yang lalu,” tuturnya.
Untuk memperjelas kondisi yang terjadi, Wapres meminta Pemerintah China melalui Dubesnya di Indonesia agar memberikan penjelasan secara terbuka kepada publik dan ormas-ormas Islam jika memang telah terjadi radikalisme.
Wapres juga mengingatkan bahwa harus dibedakan antara aksi radikalisme dan perlakuan diskriminatif. Di Indonesia, radikalisme dari 12 orang Uighur pun pernah terjadi. Mereka ikut perang di Poso membantu gerakan Santoso.
“Kita juga memahami seperti itu, prihatin juga bahwa agar dibedakan apa yang terjadi dengan radikalisme. Bisa juga terjadi radikalisme, malah radikalisme sampai ke Indonesia,” pungkasnya (Red: Aryudi AR)
Terpopuler
1
Muktamar ke-35 NU Digelar 1-5 Agustus 2026, Penentuan Tuan Rumah Gunakan Empat Kriteria
2
KH Nurul Huda Djazuli: Saya Cinta NU, Saya Tak Ingin Melihat Pengurus Bertengkar, NU dan Pesantren Harus Menguatkan
3
Ketum PBNU: Barokah Kiai Sepuh, Munas dan Konbes NU di Ploso Berjalan Sukses
4
Presiden Prabowo dan 1.500 Undangan Hadiri Penutupan Munas-Konbes NU 2026 di Bangkalan
5
Rais Aam PBNU Apresiasi Hasil Pembahasan Munas-Konbes NU 2026
6
Berikut 5 Rekomendasi Munas-Konbes NU 2026 Terkait Pendidikan
Terkini
Lihat Semua