Trump Umumkan Israel dan Hamas Sepakati Fase Pertama Gencatan Senjata di Gaza
NU Online · Kamis, 9 Oktober 2025 | 09:15 WIB
Afrilia Tristara
Kontributor
Jakarta, NU Online
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald J Trump menyampaikan kabar Israel dan Hamas telah menyepakati tahap awal perjanjian perdamaian dengan memberlakukan gencatan senjata di Gaza.
"Saya sangat bangga mengumumkan Israel dan Hamas telah menandatangani fase pertama rencana perdamaian kami," tulis Trump dalam unggahan Truth Socialnya, Kamis (9/10/2025).
Ia merincikan tahap pertama pelaksanaan perjanjian damai meliputi pelepasan sandera dan penarikan pasukan militer Israel ke garis yang telah disepakati dalam perjanjian tersebut.
Hamas mengonfirmasi pihaknya telah sepakat mengakhiri perang di Gaza setelah perundingan rencana Presiden AS untuk perdamaian di kawasan tersebut dilakukan.
Melansir The Guardian, Hamas mendesak Trump dan negara-negara penjamin untuk memastikan Israel sepenuhnya menerapkan gencatan senjata. Kelompok itu juga mengatakan akan membebaskan 20 sandera yang masih hidup akhir pekan ini, menurut sumber yang mengetahui kesepakatan tersebut.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu baru saja merilis pernyataan lain yang menyebut kesepakatan Hamas dan Israel pada fase pertama kesepakatan damai Gaza sebagai "hari besar bagi Israel" sebagaimana mengutip BBC.
Netanyahu menyampaikan ungkapan terima kasihnya kepada pasukan Israel dan Presiden AS Donald Trump beserta timnya atas perjanjian tersebut.
Atas pengumuman kesepakatan ini, Jurnalis Gaza Plestia Alaqad menyebut pertama kali setelah dua tahun, rakyat Gaza bisa tidur nyenyak dengan mengetahui besok mereka akan tetap hidup.
Baca Juga
Menyambut Gencatan Senjata Israel-Hamas
"Semoga kali ini berbeda. Saya berharap ini benar-benar gencatan senjata abadi. Saya berharap kita tidak lagi diberi harapan palsu," tulis Plestia dalam akun Instagramnya.
Negosiasi perdamaian yang berlangsung di Mesir ini disepakati pada dua tahun lebih dua hari setelah Israel melancarkan genosida di Gaza sebagai respons atas serangan 7 Oktober 2023.
Menurut data PCBS, setidaknya 68.211 rakyat sipil di Gaza dan Tepi Barat meninggal dunia akibat operasi militer Israel, dengan korban anak-anak mencapai lebih dari 20.000 jiwa.
Terpopuler
1
Mengenal Enam A’wan PBNU 2026-2031 dari Kalangan Guru Besar dan Rektor Perguruan Tinggi
2
Khutbah Jumat: Keutamaan Mendoakan Keluarga yang Sudah Meninggal pada Hari Jumat
3
Khutbah Jumat: Sedekah Jumat Berkah, Menghidupkan Hari Mulia dengan Kebaikan
4
Khutbah Jumat: Menjaga Diri dari Maksiat Digital di Era Media Sosial
5
PBNU Sosialisasikan AD/ART Baru, Konferensi PWNU, PCNU, dan PCINU Dimulai 1 November 2026
6
Khutbah Jumat: Peran Masyarakat, Pemerintah dan Keluarga dalam Menciptakan Lingkungan Bebas Perundungan
Terkini
Lihat Semua