Ucapkan Maulid, Mo Salah Dikomentari Bidah oleh Kelompok Salafi
NU Online · Kamis, 21 Oktober 2021 | 00:30 WIB
Alhafiz Kurniawan
Penulis
Jakarta, NU Online
Pemain klub Inggris Liverpool Mohamed Salah atau dikenal Mo Salah ikut bergembira dengan hari kelahiran (maulid) Nabi Muhammad saw. Mo Salah melalui akun twitter-nya mengucapkan selamat hari kelahiran Nabi Muhammad saw.
"Kulla am wal ummah al-arabiyyah wal islamiyyah bi khayr bi munasabatil maulidin nabawis syarif (Selamat bangsa Arab dan umat Islam atas hari kelahiran Nabi yang Agung)," tulis Mo Salah pada Selasa malam, 18 Oktober 2021.
Cuitan pemain berjuluk the Egyptian Messi itu mendapat tanggapan dari banyak orang dan beragam tanggapan. Salah seorang warganet menanggapi cuitan Mo Salah dengan negatif yang membodoh-bodohkan dan membidahkan peringatan maulid Nabi.
Menurut warganet @Wd_Yassin997, peringatan maulid meski hanya berupa ucapan selamat merupakan praktik menyimpang dari Islam. Menurutnya, kalau saja peringatan maulid itu baik sejak awal, niscaya peristiwa itu akan dirayakan oleh para sahabat dan keluarga Nabi Muhammad saw.
Ia kemudian mengutip fatwa kelompok salafi Bin Baz yang menyatakan bahwa peringatan maulid Nabi Muhammad saw baru terjadi pada abad-abad terakhir. Fatwa ini ingin mengatakan, peringatan maulid nabi pada setiap tahunnya tidak memiliki dasar yang cukup dalam agama Islam.
*
Mo Salah lebih dari sekadar pesepakbola. Mo Salah dikenal sebagai atlet yang rendah hati dan bijaksana di tengah popularitas dan karir gemilang yang dicapainya. Mo Salah beberapa waktu terakhir masuk daftar 100 orang paling berpengaruh di dunia tahun 2019 menurut Majalah Time.
Pembawa acara HBO Last Week Tonight John Oliver, sebagaimana dikutip CNN, menganggap Mo Salah sebagai ikon umat Islam di seluruh dunia.
"Dia adalah sosok ikon bagi orang Mesir, Scouser, dan Muslim di seluruh dunia. Namun, dia selalu tampil sebagai pria yang rendah hati, bijaksana, lucu yang tidak menganggap semuanya terlalu serius," kata Oliver di Majalah Time, dikutip CNN, Jumat (19/4/2021).
Mo Salah masuk ke Eropa dan bergabung dengan FC Basel, Swiss. Ia meninggalkan El-Mukawloon pada tahun 2012 karena situasi sosial-politik di negerinya yang tidak kondusif. Ia kemudian meninggalkan Mesir untuk mengembangkan karirnya di Eropa.
Mo Salah adalah pemain sepak bola asal Mesir yang karirnya cemerlang. Ia berpindah dari satu ke lain klub sepak bola di Eropa, yaitu Chelsea yang bermarkas di Stamford Bridge, AS Roma di Italia, dan kemudian Liverpool di Inggris.
Pewarta: Alhafiz Kurniawan
Editor: Kendi Setiawan
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Beribadah Bukan Transaksi, Meluruskan Hubungan antara Hamba dengan Tuhan
2
Khutbah Jumat: Spirit Sumpah Pemuda, Jangan Bungkam Suara Anak Muda yang Peduli Bangsa
3
Khutbah Jumat: Pentingnya Menolong Tetangga di Tengah Kesulitan Ekonomi
4
Khutbah Jumat: 3 Alasan Pemerintah Wajib Mendengarkan Aspirasi Rakyat
5
NU Online Raih AMSI Awards 2026 Kategori Inovasi Strategi dan Engagement Terbaik
6
Prabowo Sebut Ada Kelompok yang Ingin Indonesia Terpecah
Terkini
Lihat Semua