Fatayat NU Kota Semarang Dapat Pendampingan Urban Farming
NU Online · Selasa, 6 Januari 2026 | 07:00 WIB
Kota Semarang, NU Online JatengÂ
Pegiat Swarnaloka Indonesia, Mustaghfirin menyatakan siap memberikan lahan gratis serta mendampingi Fatayat NU melakukan kegiatan pemberdayaan perempuan lewat bertani atau berkebun.
"Kami fokus bergerak di pemberdayaan, jadi siapapun termasuk Fatayat kalau punya keinginan untuk berternak dan berkebun, kami menyediakan lahan gratis," kata dia saat ditemui usai menjadi narasumber Pertemuan Rutin Triwulan Fatayat NU Kota Semarang di Kantor Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, Jawa Tengah, Ahad (4/1/2026).
"Kami ada area 2,5 hektar di Cepoko, Gunungpati yang bisa digunakan fasilitasnya pada siapapun yang punya keinginan," sambungnya.
Ia lantas menguraikan, ada 24 tenan. Ada dua titik yang beternak maggot, entok jumbo, ikan lele, nila, gurame, kambing, ayam petelor, ayam bangkok, ayam Jawa, dan sebagainya. Sedangkan yang menggarap perkebunan ada durian, nanas, melon, dan sebagainya.Â
"Ada jamur juga, tiap hari panen, ada budidaya anggrek, dan ada juga sayuran seperti bayam," urainya.
Menariknya, dari sekian komunitas atau kelompok yang mengelola lahan juga diberi kesempatan untuk mengisi pelatihan.Â
Selain itu, lokasi tersebut juga menjadi kegiatan sekolah alam saat libur akhir pekan maupun libur semester. Kegiatan pengenalan perkebunan dan peternakan dikonsep dengan istilah tour garden.
Terkait potensi kader Fatayat NU Kota Semarang, ia menilai di Gunungpati cukup potensial dan jaraknya lebih dekat dengan lokasi. Terlebih sudah ada Aniqotun Nafi'ah yang saat ini menjadi Ketua PAC Fatayat NU Kecamatan Tembalang. Ia sudah berpengalaman dan sering menjadi narasumber di bidang tersebut.
Menjawab waktu pelatihan, senior Banser Kota Semarang ini menyebut cukup singkat dengan metode pendampingan, "Kan gampang, mau nanam apa itu tinggal nanam aja. Nanti mentornya kita," ujarnya.
Ia juga meyakinkan keamanan lokasi dari hewan predator. Sehingga tidak ada gangguan dalam peternakan.Â
Selengkapnya klik di sini.
Terpopuler
1
Pemerintah Tetapkan Idul Adha 1447 H Jatuh 27 Mei 2026
2
Tim Hisab Rukyat: Hilal Awal Dzulhijjah 1447 H Penuhi Kriteria MABIMS, Idul Adha Diperkirakan 27 Mei 2026
3
Hilal Terlihat, PBNU: Idul Adha 1447 H Rabu, 27 Mei 2026
4
Ambruknya Rupiah Dinilai Tekan Rakyat Kecil, DPR Soroti Harga Kebutuhan Pokok
5
Rupiah Terus Melemah, Anggota DPR Minta Gubernur BI Mundur dari Jabatan
6
Pesantren Didorong Jadi Benteng Perlindungan Anak dan Perempuan di Tengah Perkembangan AI
Terkini
Lihat Semua