Sahur Bersama di Brebes, Nyai Sinta Nuriyah Dorong Solidaritas di Tengah Bencana dan Rawat Demokrasi
NU Online · Senin, 23 Februari 2026 | 09:00 WIB
Brebes, NU Online
Suasana dini hari di Pendopo Kabupaten Brebes, Jawa Tengah yang biasanya sunyi berubah hangat dan penuh kebersamaan, Sabtu (21/2/2026). Ratusan warga bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) mengikuti sahur bersama yang dihadiri Nyai Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid.
Dalam sambutannya, Nyai Sinta menegaskan bahwa ibadah puasa tidak hanya dimaknai sebagai ritual spiritual, melainkan juga momentum memperkuat empati sosial, kepedulian terhadap korban bencana, serta komitmen merawat demokrasi.
Menurutnya, berbagai bencana alam yang terjadi belakangan ini, disertai dinamika sosial-politik yang kian kompleks, menjadi ujian bagi bangsa untuk tetap menjaga solidaritas dan persatuan.
“Puasa mengajarkan kita arti kepekaan. Di tengah bencana dan dinamika demokrasi yang terasa goyah, kita harus menjaga nurani, persaudaraan, dan semangat kebangsaan,” tegas Nyai Sinta diberitakan NU Online Jateng.
Kegiatan yang mengusung tema Puasa Berbalut Bencana dan Goyangnya Demokrasi ini juga diisi doa bersama untuk keselamatan bangsa, tausiyah kebangsaan, serta dialog interaktif mengenai peran masyarakat sipil dalam merawat demokrasi yang inklusif dan berkeadilan.
Nyai Sinta yang dikenal sebagai pejuang kemanusiaan dan keberagaman itu turut mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat nilai toleransi serta gotong royong sebagai fondasi kehidupan berbangsa.
Hadir dalam kesempatan tersebut Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma, jajaran Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi perempuan, perwakilan pemuda, serta berbagai elemen masyarakat.
Bupati yang akrab disapa Mitha itu menyampaikan apresiasi atas kehadiran Nyai Sinta di Kota Bawang.
Ia berharap kegiatan tersebut mampu mempererat ukhuwah serta memperkuat semangat kebersamaan dalam membangun daerah yang harmonis, inklusif, dan berkeadilan.
“Atas nama Pemerintah Daerah, kami berkomitmen menjaga kebersamaan dan memperkuat semangat gotong royong. Dengan persatuan dan kepedulian, kita dapat menghadapi berbagai tantangan dengan lebih baik. Kegiatan ini menjadi ruang penting untuk mempererat silaturahmi dan meneguhkan semangat kebangsaan,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada komunitas Gusdurian Brebes dan seluruh panitia atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
Terpopuler
1
PBNU Terima Kasih kepada Ploso, Minta Doa Kiai Huda untuk Munas-Konbes 2026
2
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Gubernur BI Siapkan Dua Langkah Penguatan
3
Imbas Rupiah Melemah, Menkeu Sebut Pedagang Tahu dan Tempe Mulai Tertekan
4
Kasus Suap Izin Tinggal WNA, Citra Indonesia Tercoreng di Mata Dunia
5
NU Abad Kedua: Masihkah Kita Berani Berpikir Melampaui Diri Sendiri?
6
Kiai Azaim Harap Kekerasan di Pesantren Masuk Materi Munas-Konbes hingga Muktamar ke-35 NU
Terkini
Lihat Semua