Mengenal Ter Ater Tajhin Peddis, Tradisi Berbagi Makanan Masyarakat Bangkalan saat Muharram
NU Online · Sabtu, 13 Juli 2024 | 13:11 WIB
Bangkalan, NU Online
Para sesepuh masyarakat Bangkalan, Madura, Jawa Timur, secara turun-temurun telah meneladankan dan mewariskan tradisi berbagi makanan saat tiba bulan Muharram. Tradisi dikenal dengan sebutan ter ater tajhin peddis.
Dilansir NU Online Jatim, ter ater dalam bahasa Indonesia bermakna berbagi atau memberikan sesuatu kepada orang lain. Sementara tajhin peddis merupakan bubur yang terbuat dari dari beras ketan yang dicampur dengan parutan kelapa dan beberapa biji kacang, baik kacang tanah, kacang panjang maupun kacang hijau selain itu juga di kasih serai dan daun pandan, sehingga rasanya gurih dan agak pedas.
Badriyah, salah seorang masyarakat Bangkalan mengatakan, ter ater tajhin peddis sudah menjadi tradisi yang terus dilestarikan hingga kini. Menurutnya, saat bulan Muharram banyak masyarakat yang menyiapkan tanggal untuk membuat tajhin peddis.
"Masyarakat sangat antusias jika mau membuat tajhin peddis. Mereka mengajak para tetangganya untuk membantu. Karena bagi mereka kebersamaan sangat penting," ujarnya.
Setelah selesai pembuatan, tajhin peddis kemudian diantar ke rumah tetangga. Per rumah diberikan satu tajhin peddis.
"Pengemasan tajhin peddis berbeda-beda. Ada yang memakai piring yang dilapisi daun pisang, ada juga yang memakai styrofoam, tergantung yang membuat," tambahnya.
Baca selengkapnya di https://jatim.nu.or.id/amp/madura/ter-ater-tajhin-peddis-tradisi-masyarakat-bangkalan-saat-muharram-wjVas
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Ramadhan dan Kesempatan yang Tidak Selalu Terulang
2
Innalillah, Ulama Mazhab Syafii asal Suriah Syekh Hasan Hitou Wafat dalam Usia 83 Tahun
3
Kultum Ramadhan: Lebih Baik Sedikit tapi Istiqamah
4
Khutbah Jumat: Ramadhan, Melatih Sabar, Memperkuat Syukur
5
Keluar Mani yang Tidak dan Membatalkan Puasa
6
Khutbah Jumat: Tiga Kebahagiaan Orang Puasa
Terkini
Lihat Semua