Mensos Gus Ipul Kunjungi Warga Terdampak Banjir dan Tinjau Posko Pengungsian di Jombang
NU Online · Ahad, 15 Desember 2024 | 15:00 WIB
Jombang, NU Online
Menteri Sosial (Mensos) RI Syaifullah Yusuf (Gus Ipul) mengunjungi warga terdampak banjir yang tengah mengungsi di posko pengungsian, Balai Desa Jombok, Kesamben, Jombang, Jawa Timur, pada Sabtu (14/12/2024).
Dalam kunjungannya, Gus Ipul meninjau lokasi banjir di Dusun Beluk, Desa Jombok. Ia juga meninjau persediaan logistik di posko pengungsian, termasuk dapur umum.
Sujanah, salah seorang warga terdampak banjir, menjelaskan bahwa kunjungan Gus Ipul bertujuan untuk memastikan segala logistik dan kebutuhan korban terpenuhi.
"Tadi ada Gus Ipul, tanya-tanya persediaan kita di posko pengungsian ini sudah lengkap atau masih ada yang kurang, Alhamdulillah untuk makanan, minuman, vitamin dan obat-obatan di sini sudah banyak," jelasnya, sebagaimana dikutip NU Online Jombang.Â
Ia juga menuturkan bahwa selepas Gus Ipul pamit, banyak bantuan yang kembali berdatangan. Kali ini bukan hanya makanan dan minuman seperti bantuan sebelumnya, melainkan pakaian.
"Saat ini kita memang paling butuh pakaian, khususnya pakaian dalam. Untuk pakaian luar, kita biasanya ambil di salah satu ruangan Balai Desa ini, minta ke perangkat desa atau relawan yang berjaga di sana." katanya.Â
"Kalau untuk pakaian dalam ini yang jarang. Karena kan harus baru, jadi sekalinya ada ya kita sampai mengantre begini," lanjutnya.
Sebagai informasi, dapur umum di posko pengungsian, Balai Desa Jombok merupakan pusat dari pendistribusian logistik untuk warga terdampak banjir di Desa Jombok dan Desa Blimbing, Jombang.
Terpopuler
1
Besok Rebo Wekasan, Berikut Amalan dan Doa yang Dianjurkan
2
Alma Esbeye Siap Tampil Meriahkan Muktamar Ke-35 NU di Tambakberas
3
Ngaji Al-Hikam, Perlu Fase Menepi dari Ketenaran dalam Hidup
4
Muktamar ke-35 NU Bahas Hukum DNA, Kripto, hingga Pasang Chip di Otak
5
Muktamar Ke-35 NU Bahas Revisi UU Sisdiknas dan Ketenagakerjaan, hingga Qanun Jinayat Aceh
6
Indonesia Peringkat Kedua Kasus DBD Terbesar di Dunia, PDNU Nilai Pencegahan Belum Optimal
Terkini
Lihat Semua