Pasuruan Pernah Jadi Markas PBNU Saat Revolusi Meletus
NU Online · Rabu, 12 November 2025 | 07:00 WIB
Peristiwa bersejarah terkait aksi heroik arek-arek Surabaya dan santri dari berbagai pesantren di Jawa Timur, Jawa Tengah dan Jawa Barat pada 10 November 1945 merupakan buah dari dikeluarkannya 'resolusi jihad' atau seruan perang yang dicetuskan ulama-ulama Nahdlatul Ulama (NU).
10 November sangat bersejarah bagi Republik Indonesia, karena momen tersebut menjadi titik balik perjuangan bangsa Indonesia dalam memukul mundur tentara sekutu yang ingin menduduki kembali wilayah NKRI yang pada saat itu masih "seumur jagung."
Setelah pertempuran 10 November 1945, suasana Surabaya kian mencekam. Kota Pahlawan itu porak-poranda, dan aktivitas organisasi maupun pemerintahan tak lagi bisa berjalan normal. Di tengah situasi genting itu, Pasuruan menjadi salah satu kota yang dipilih sebagai tempat aman untuk melanjutkan perjuangan.
Sebuah dokumen langka berjudul “Soerat2 dari Malang” yang sempat jatuh ke tangan intelijen Belanda (NEFIS) mengungkap fakta menarik. Bahwa pada tahun 1946, Pengurus Besar Nahdlatoel Oelama (P.B.N.O.) atau sekarang disebut PBNU, pernah berkantor di Kota Pasuruan.
Salah satu surat resmi P.B.N.O. yang ditemukan itu ditujukan kepada Kantor Kementerian Penerangan Djawa Timoer di Malang. Kantor kementerian ini kala itu menempati rumah sewaan di Jalan Kayutangan dan juga di Jalan Tanggamus, sebagai bagian dari strategi darurat Pemerintah setelah Surabaya tidak lagi kondusif.
Surat resmi tersebut mencatat alamat Kantor P.B.N.O. berada di Embong Pengadangan No. 3 Pasuruan (sekarang Jalan Diponegoro) dengan nomor telepon 123. Surat itu ditandatangani oleh KH M Dachlan selaku Ketua Tanfidziyah dan AA Dijar sebagai Penulis Umum.
Selengkapnya klik di sini.
Terpopuler
1
Sambangi PBNU, 23 PWNU Sampaikan Harapan Soal Muktamar ke-35 NU
2
Innalillahi, Pengurus Muslimat NU Kemayoran Wafat dalam Kecelakaan Kereta di Bekasi
3
Stasiun Bekasi Timur Ditutup Sementara, KRL Hanya Beroperasi hingga Stasiun Bekasi
4
KA Jarak Jauh Tabrak KRL di Bekasi Timur, Gerbong Perempuan Ringsek
5
Sempat Hilang, Karyawan Kompas TV Aini Meninggal Dunia dalam Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur
6
3 Orang Tewas dalam Tabrakan Kereta di Bekasi, KAI Minta Maaf Fokus Evakuasi
Terkini
Lihat Semua