Eks Kantor PBNU di Pasuruan Masih Berdiri Kokoh, Tak Pernah Berubah Jadi Ruko
NU Online · Rabu, 17 September 2025 | 16:00 WIB
Pasuruan, NU Online
Belakangan muncul pemberitaan di salah satu media yang menyebutkan bahwa eks Kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Pasuruan kini berubah menjadi ruko. Klaim tersebut perlu diluruskan karena tidak sesuai dengan fakta sejarah yang tercatat maupun keterangan dari keluarga besar KH M Dachlan.
Dalam surat resmi PBNU ditemukan bertuliskan “P.B. NAHDLATOEL OELAMA PASOEROEAN, Emb. Pangadangan No. 3”. Disebutkan bahwa Kantor PBNU pernah dipindahkan ke Embong Pengadangan nomor 3 (sekarang Jalan Diponegoro). Namun, berdasarkan penjelasan keluarga, alamat tersebut masih dalam satu wilayah dengan rumah KH M. Dachlan yang berada di nomor 5.
Hamdan, salah satu perwakilan keluarga, menjelaskan bahwa nomor 3 dan 5 dulunya satu sertifikat tanah. Setelah dijual, barulah terpisah menjadi dua sertifikat berbeda.
“Yang sejak dulu dipakai sebagai Kantor PBNU itu di nomor 5, sementara nomor 3 hanya rumah yang disewakan. Pernah juga dipakai sebagai kantor PKB oleh keluarga Bani Muhammad Hasyim, tetapi bukan kantor PBNU,” ujar Hamdan dilansir NU Online Jatim.
Dengan demikian, tidak benar jika disebutkan Kantor PBNU di Pasuruan berubah menjadi ruko. Rumah yang menjadi tempat aktivitas KH M. Dachlan sekaligus Ketua Tanfidziyah PBNU saat itu adalah nomor 5.
“Nomor 3 hanyalah bangunan sewa yang memang kini sudah beralih fungsi menjadi ruko,” ungkap Hamdan.
Dirinya menjelaskan, satu-satunya cucu KH M. Dachlan yang masih hidup adalah Lilik Muflikhah. “Jejak sejarah PBNU di Pasuruan pun tak bisa dilepaskan dari kiprah dan peran besar keluarga KH M Dachlan," pungkasnya.
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Istiqamah Pasca-Ramadhan, Tanda Diterimanya Amalan
2
Muslim Arab dan Eropa Rayakan Idul Fitri 1447 H pada Hari Jumat, 20 Maret 2026
3
Khutbah Idul Fitri 2026: Makna Kemenangan dan Kembali Ke Fitrah
4
Khutbah Jumat: Anjuran Membaca Takbir Malam Idul Fitri
5
Khutbah Idul Fitri Bahasa Arab 2026: Jadilah Hamba Sejati, Bukan Hamba Musiman: Konsistensi dalam Ketaatan Setelah Ramadhan
6
Khutbah Idul Fitri Bahasa Jawa: Idul Fitri Dinten Ganjaran lan Kabingahan
Terkini
Lihat Semua