Kitab Qanun Asasi KH Hasyim Asy'ari Ditulis Ulang dan Diluncurkan dalam Momen Haul Gus Dur di Tebuireng
NU Online · Jumat, 19 Desember 2025 | 09:00 WIB
Jombang, NU Online
Kitab karya Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari yang berjudul Qanun Asasi resmi diluncurkan setelah usai ditulis ulang dalam momentum peringatan Haul ke-16 KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur di Masjid Pesantren Tebuireng, Kabupaten Jombang, pada Rabu (17/12/2025).
Peluncuran kitab ini hasil kolaborasi dengan beberapa pihak, di antaranya Tebuireng Institut, Ma'had Aly Hasyim Asy'ari Tebuireng, Lembaga Ta'lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (LTN) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) dan Ikapete.
Para penulis yang terlibat dalam penulisan ulang kitab Qanun Asasi versi Arab ini adalah Ilham Zidal Haq, Iqbal Nursyahbani, Viki Junianto, Wildan Ulumul Fahmi, M. Minahul Asna, Falikh Haidar al-Habsy.
Kitab Qanun Asasi karya pendiri Pesantren Tebuireng dan Nahdlatul Ulama itu ditulis ulang oleh Tebuireng Institute, lalu diterbitkan Pustaka Tebuireng.
Ketua Tebuireng Institute Achmad Roziqi merasa bangga karena Tebuireng Institute bisa menjadi perantara terpeliharanya kitab karya KH Hasyim Asy'ari itu.
"Alhamdulillah, Tebuireng Institute bisa menghadirkan salah satu kitab induk yang ditulis KH Hasyim Asy'ari, yakni Kitab Qanun Asasi," ujarnya, sebagaimana dikutip NU Online Jombang.
Ia berharap agar nilai-nilai yang terdapat dalam Kitab Qanun Asasi dapat disebarluaskan ke masyarakat, khususnya Nahdliyin.
"Harapannya, setelah Qanun Asasi ini diluncurkan, bisa disebarluaskan. Tentunya kita, santri, yang memiliki sanad. Juga PCNU Jombang siap menjadi diseminator kitab ini, mari kita nasyru-kan apa yang menjadi teladan KH Hasyim Asy'ari," ucapnya.
Kitab Qanun Asasi ini ditulis oleh Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari pada satu abad yang lalu, saat mendirikan organisasi Nahdlatul Ulama.
Qanun Asasi mengandung tuntunan warga NU dalam dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, dan secara substantif, merupakan pedoman pola pikir dan pola sikap dan perilaku warga NU.
Baca selengkapnya di sini.
Terpopuler
1
Diskusi Kabla Muktamar Ke-35 di Unusia: Pengendali NU Kian Anonim, Perlu Menjaga Jarak dari Intervensi Negara
2
11 Kecamatan Banyumas Rawan Kekeringan, Ansor Minta Penanganan Tak Hanya Distribusi Air Bersih
3
Akui Dapat Banyak Kritik, Presiden Prabowo Heran MBG Disebut Pemborosan
4
Fachry Ali: Gus Dur Membuka Jalan Saya Melihat NU sebagai Objek Kajian Akademik
5
Halaqah Pra-Muktamar di Ciganjur Hasilkan Delapan Rekomendasi untuk Muktamar Ke-35 NU
6
Halaqah Pra-Muktamar di Ciganjur Himpun Rekomendasi untuk Muktamar Ke-35 NU
Terkini
Lihat Semua