Kesehatan

Tips Cegah Asam Lambung, Maag, dan Gerd Selama Berpuasa

NU Online  ·  Rabu, 4 Maret 2026 | 13:00 WIB

Tips Cegah Asam Lambung, Maag, dan Gerd Selama Berpuasa

Ilustrasi asam lambung. (Foto: Freepik)

Jakarta, NU Online 

Menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan akan terasa nikmat jika tubuh dalam keadaan sehat. Namun, berbeda halnya dengan para penderita penyakit lambung seperti maag dan gerd. Puasa justru menjadi sebuah tantangan tersendiri.


Penderita maag dan Gastroesophageal Reflux Disease (Gerd) perlu menjaga kondisi tubuh agar tetap optimal selama menjalankan puasa Ramadan, baik dalam mengatur pola makan, asupan minuman, maupun konsumsi obat-obatan.


Aldi Setyo Avianto, dokter spesialis penyakit dalam Rumah Sakit Islam Arafah Rembang menyampaikan, adanya kedua penyakit itu dikarenakan produksi asam lambung yang berlebihan ditambah dengan adanya infeksi di mukosa lambung.


"Jadi, kita harus bisa membedakan maag dan Gerd itu asal mulanya seperti apa. Maag timbul karena adanya peradangan pada dinding lambung akibat infeksi bakteri Helicobacter pylori, sementara Gerd disebabkan oleh melemahnya otot sfingter esofagus bagian bawah (katup kerongkongan) sehingga asam lambung naik kembali ke kerongkongan," ucap Aldi kepada NU Online, Rabu (4/2/2026).


Kedua penyakit ini akan sangat mengganggu ibadah puasa apabila tidak dilakukan pencegahan dengan mengatur pola makan dan pengobatan.


Selain itu, Aldi menambahkan penyebab maag dan Gerd disebabkan karena dua hal, yakni secara fungsional dan struktural 


"Kalau secara fungsional berarti ada kelainan atau ada iritasi pada mukosa lambung, sedangkan secara struktural berarti ada masalah pada anatomi tubuhnya," sambungnya.


Khusus penyakit Gerd, penderita akan mengalami nyeri hebat karena adanya pengosongan lambung atau karena peningkatan dari beban perut jadi asam lambungnya naik ke kerongkongan, 


"Sementara kerongkongan tidak ada batas untuk mencegah erosi kerusakan dari asam lambung yang menimbulkan gejala rasa terbakar, nyeri ulu hati," tandasnya.


Adapun makanan yang bisa dikonsumsi penderita maag maupun Gerd supaya dapat melaksanakan ibadah puasa di bulan Ramadhan.


"Pastinya konsumsi makanan yang berserat pada buah-buahan dan sayur mayur, makan yang berkalori misalnya nasi, kentang, singkong, serta yang tinggi protein (telur, dan ikan)," kata dia.


Lebih lanjut, Aldi menekankan, waktu terbaik minum obat lambung, baik sebelum sahur maupun saat berbuka, perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing dan hasil konsultasi medis. 


"Secara umum, selama berpuasa aturan makan saat berbuka dan sahur harus dijaga agar tidak memicu gangguan lambung," terang Aldi.


Gangguan seperti maag dan Gerd salah satunya paling sering disebabkan oleh konsumsi makanan serta pola makan yang tidak teratur. Selain itu, stres juga memengaruhi peningkatan asam lambung. Saat kondisi perut tegang, seseorang dapat merasakan sensasi cepat kenyang. Stres menjadi salah satu pemicu kondisi tersebut.


Secara fisiologis, lambung memiliki cincin sfingter yang berfungsi mencegah asam lambung naik ke kerongkongan (esofagus). Setelah makanan masuk ke esofagus sepanjang kurang lebih 23 sentimeter, cincin tersebut akan menutup sehingga asam lambung tidak masuk kembali ke esofagus. Namun, pada penderita maag dan Gerd dapat terjadi gangguan pengosongan lambung yang memicu keluhan.


Selama puasa, justru kerja lambung menjadi lebih teratur apabila pola makan dijaga dengan baik. Saat berbuka puasa, dianjurkan untuk mengawali dengan minum air hangat dan mengonsumsi buah. Tidak disarankan langsung makan dalam porsi besar karena dapat memperberat kerja lambung.


Bagi penderita maag, dan Gerd yang mengalami nyeri hebat di ulu hati serta mual dan muntah terus-menerus, disarankan tidak memaksakan diri untuk berpuasa apabila kondisi memang tidak memungkinkan.


Dari sisi perilaku pencegahan, sangat dianjurkan memberi jeda sekitar 30 menit sebelum tidur setelah makan. Aktivitas olahraga berat seperti sit up dan angkat beban sebaiknya juga diberi jeda sekitar 30 menit setelah makan untuk meringankan kerja cincin lambung dalam memproses makanan.


"Kerusakan pada lapisan esofagus yang terjadi secara berkelanjutan dapat mengakibatkan nyeri hingga berisiko menyebabkan keganasan seperti Barrett esofagus (kerongkongan)," paparnya.


Sebagai langkah pencegahan agar asam lambung tidak naik dan untuk mengurangi risiko maag serta Gerd, disarankan melakukan olahraga aerobik seperti lari, renang, dan yoga. Konsultasi dengan tenaga medis juga diperlukan untuk memastikan kondisi kesehatan. 


"Pada prinsipnya, penderita tetap boleh berpuasa, kecuali jika timbul nyeri hebat di ulu hati atau mual muntah yang terus-menerus," tutupnya.


Maka dari itu, penderita harus bisa menghindari minuman asam, bersoda, dan minuman berwarna juga sebaiknya dihindari karena berpotensi memicu peningkatan asam lambung.

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang