Songsong Muktamar, 34 Pendekar Pagar Nusa Lampung Jalan Kaki ke PBNU
NU Online · Kamis, 16 Desember 2021 | 12:48 WIB
Lampung Utara, NU Online Lampung
Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Lampung Utara bersama Kepolisian Negara Republik Indonesia Resort (Polres) Lampung Utara melepas dan memberangkatkan 34 Pesilat Pagar Nusa untuk long march ke Gedung Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Jakarta pada selasa malam (14/12/2021). Kegiatan yang dilaksanakan di Tugu Payan Mas, Kotabumi ini dilakukan dalam rangka memeriahkan Muktamar ke-34 NU.
Kegiatan ini dilakukan oleh santri atau pesilat Pagar Nusa Lampung Utara dengan berjalan kaki atau long march ke Gedung PBNU. Ketua PCNU Kabupaten Lampung Utara KH Son Haji mengatakan sangat bersyukur dengan Muktamar ke-34 NU yang akan diselenggarakan di Lampung yaitu Bandar Lampung dan Lampung Tengah.
"Oleh karena itu dengan rasa bangga dan syiar kami mengadakan long march atau berjalan kaki yang dilakukan oleh Persatuan Senin Pencak Silat Nahdlatul Ulama Pagar Nusa. Pihaknya meminta untuk berdoa bersama agar para santri dan pesilat NU ini selamat sampai tujuan dengan tidak ada hambatan apa pun, mari bersama meriahkan Muktamar ke-34 NU," ungkapnya.
Perwakilan Polres Lampung Utara menyampaikan terima kasih kepada PCNU yang telah mengundang dalam acara pelepasan ini. "Dengan rasa syukur dan bahagia melalui acara Muktamar nanti yang sangat di nanti-nanti, acara yang menghadirkan seluruh ulama di Indonesia," ungkapnya
Ia mengajak semua elemen masyarakat untuk menyukseskan acara ini dan berdoa semoga Allah meridhoi para santri dan pesilat NU yang melakukan long march dari Tugu Payan Mas, Kotabumi Lampung Utara sampai dengan gedung PBNU di Jakarta. "Semoga mereka semua selamat sampai tujuan," harapnya.
Pagar Nusa merupakan Ikatan Pencak Silat Nahdlatul Ulama yang dibentuk pada 3 Januari 1986 di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur. NU mengesahkan pendirian dan kepengurusannya melalui Surat Keputusan tertanggal 9 Dzulhijjah 1406/16 Juli 1986.
Lahirnya Pagar Nusa berawal dari perhatian dan keprihatinan para kiai NU terhadap surutnya ilmu bela diri pencak silat di pesantren. Padahal, pada awalnya pencak silat merupakan kebanggaan yang menyatu dengan kehidupan dan kegiatan pesantren.(Dian R)
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Meneladani Hidup Rasulullah di Masa Ekonomi Sulit
2
Khutbah Jumat: Sebelum Memilih dan Memutuskan, Bertanyalah kepada Allah melalui Istikharah
3
Bahlil Janji BBM Subsidi Tak Naik hingga Akhir 2026, Pertamax Malah Melonjak Jadi Rp16.250 per Liter
4
Gus Ipul: Pembukaan Munas-Konbes NU 2026 di Bangkalan Masih Sebatas Usulan
5
Menjaga Marwah Pemilihan Pengurus NU: Catatan dari Sowan kepada KH Afifuddin Muhajir
6
Khutbah Jumat: Tanda-tanda Haji Mabrur dalam Kehidupan Sosial dan Keagamaan
Terkini
Lihat Semua