23 Dapur di Madinah Siap Layani Konsumsi Jamaah Haji
NU Online · Selasa, 21 April 2026 | 10:00 WIB
Jakarta, NU Online
Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI menyiapkan 23 dapur katering untuk memenuhi kebutuhan makan jamaah dengan standar kualitas yang telah ditetapkan.
Kasi Konsumsi Daker Madinah Beny Darmawan menyampaikan bahwa seluruh dapur yang digandeng telah melalui proses seleksi ketat guna menjamin kualitas, kebersihan, dan keamanan makanan.
“Seluruh dapur sudah diseleksi dan siap melayani jamaah haji Indonesia,” ujarnya di Madinah, Ahad (19/4/2026) malam waktu setempat.
Selama kurang lebih sembilan hari di Madinah, jamaah akan mendapatkan konsumsi sebanyak 27 kali makan atau tiga kali sehari, mengikuti pola makan masyarakat Indonesia. Tidak hanya jumlah, kualitas makanan juga menjadi perhatian utama agar tetap sesuai dengan selera jamaah.
Untuk menjaga citarasa khas Indonesia, seluruh bumbu masakan didatangkan langsung dari Tanah Air dalam bentuk pasta racikan. Selain itu, setiap dapur diwajibkan memiliki minimal dua koki utama dan empat asisten yang berasal dari Indonesia.
“Ketentuan ini wajib dipenuhi dan seluruh dapur telah melaksanakannya,” kata Beny, Ahad, (19/4/2026).
Ia menambahkan, kesiapan layanan konsumsi telah mencapai 100 persen menjelang kedatangan jamaah haji gelombang pertama pada Rabu (22/4/2026). Seluruh aspek, mulai dari ketersediaan bahan baku hingga kesiapan tenaga juru masak, telah dipastikan siap.
Kemenhaj juga memberikan perhatian khusus kepada jemaah lanjut usia (lansia). Menu makanan dapat disesuaikan, seperti tekstur nasi yang dibuat lebih lunak atau menjadi bubur agar lebih mudah dicerna.
Dalam hal pengawasan, Kemenhaj menerapkan sistem berlapis untuk menjamin keamanan dan kualitas makanan. Pengawasan dilakukan sejak pengecekan bahan baku, proses memasak, hingga penyajian kepada jemaah.
Pemeriksaan sampel makanan dilakukan di tiga titik, yakni Kantor Daker Madinah, Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), dan sektor tempat jamaah menginap. Selain itu, petugas konsumsi di hotel juga melakukan pengecekan sebelum makanan disajikan.
Dengan berbagai upaya tersebut, Kemenhaj memastikan jamaah haji Indonesia dapat menjalankan ibadah dengan tenang tanpa perlu mengkhawatirkan konsumsi selama di Tanah Suci.
Terpopuler
1
Habib Umar bin Hafidz Kunjungi PBNU, Ada Tiga Agenda di Dalamnya
2
Bolehkah Suami Menggunakan Tabungan Istri untuk Membayar Utang?
3
Kemenhaj Imbau Jamaah Umrah Indonesia Waspada, Pastikan Kesiapan Perjalanan
4
BNPB Sebut 639 Hektare Lahan Masih Terbakar di Enam Provinsi
5
Khutbah Jumat: Hak atas Udara Bersih untuk Menjaga Kesehatan Pernapasan
6
Profil KH Afifuddin Muhajir, Wakil Rais Aam PBNU Ahli Ushul Fiqih
Terkini
Lihat Semua